Mengenal Lumpy Skin, Penyakit pada Sapi dan Kerbau yang Perlu Diwaspadai
Senin, 07 Maret 2022 - 09:41 WIB
loading...
A
A
A
Pada kasus berat, nodul atau benjolan yang muncul ditemukan hampir di seluruh bagian tubuh hewan ternak. Munculnya benjolan ini biasanya diawali dengan demam hingga lebih dari 40,5 derajat celcius. Nodul pada kulit tersebut jika dibiarkan akan menjadi lesi nekrotik dan ulseratif.
Tanda klinis lainnya yaitu badan sapi atau kerbau lemah, adanya leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodus subscapula dan prefemoralis, serta dapat terjadi oedema pada kaki. Selain itu, LSD juga dapat menyebabkan abortus, penurunan produksi susu pada sapi perah, infertilitas dan demam berkepanjangan.
Masa inkubasi penyakit LSD berkisar antara 1-4 minggu. Walaupun mortalitas penyakit ini di bawah 10 persen, namun morbiditas yang sering dilaporkan adalah sekitar 45 persen.
Baca Juga: Varian Omicron BA.3, Kenali Gejala dan Keparahannya
Sebagaimana diketahui, penyakit lumpy skin telah ditemukan di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 31 desa di Sumatera mendeteksi penyakit pada sapi dan kerbau ini. Hal ini mendapat perhatian dari pemerintah Australia.
Tanda klinis lainnya yaitu badan sapi atau kerbau lemah, adanya leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodus subscapula dan prefemoralis, serta dapat terjadi oedema pada kaki. Selain itu, LSD juga dapat menyebabkan abortus, penurunan produksi susu pada sapi perah, infertilitas dan demam berkepanjangan.
Masa inkubasi penyakit LSD berkisar antara 1-4 minggu. Walaupun mortalitas penyakit ini di bawah 10 persen, namun morbiditas yang sering dilaporkan adalah sekitar 45 persen.
Baca Juga: Varian Omicron BA.3, Kenali Gejala dan Keparahannya
Sebagaimana diketahui, penyakit lumpy skin telah ditemukan di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 31 desa di Sumatera mendeteksi penyakit pada sapi dan kerbau ini. Hal ini mendapat perhatian dari pemerintah Australia.
(dra)
Lihat Juga :