Gejala Omicron Ini Hanya Muncul di Malam Hari, Waspada!
Rabu, 09 Maret 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Dokter di Afrika Selatan, tempat Omicron pertama kali terdeteksi pada November, juga mengatakan pasien Omicron melaporkan hal serupa. Mereka mengalami keringat malam yang membuat pakaian dan tempat tidur basah kuyup.
Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr Angelique Coetzee mengatakan gejala utama Omicron berbeda dari varian Delta yang tersebar luas. Di mana penderitanya umumnya mengalami demam tinggi, batuk dan kehilangan atau perubahan indera penciuman atau rasa.
Di sisi lain, sebuah studi baru yang temuannya diterbitkan di JAMA Network Open telah menemukan bahwa empat dari 10 orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Namun mereka masih berpotensi menjadi penyebar penyakit.
Para peneliti mengatakan ini menyoroti penularan potensial dari virus tanpa disadari, terutama dalam pengaturan tertentu. "Infeksi tanpa gejala harus ditangani dengan cara yang sama dengan infeksi yang dikonfirmasi, termasuk isolasi dan pelacakan kontak,” tandasnya.
Baca Juga: Varian Omicron BA.3, Kenali Gejala dan Keparahannya
Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr Angelique Coetzee mengatakan gejala utama Omicron berbeda dari varian Delta yang tersebar luas. Di mana penderitanya umumnya mengalami demam tinggi, batuk dan kehilangan atau perubahan indera penciuman atau rasa.
Di sisi lain, sebuah studi baru yang temuannya diterbitkan di JAMA Network Open telah menemukan bahwa empat dari 10 orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Namun mereka masih berpotensi menjadi penyebar penyakit.
Para peneliti mengatakan ini menyoroti penularan potensial dari virus tanpa disadari, terutama dalam pengaturan tertentu. "Infeksi tanpa gejala harus ditangani dengan cara yang sama dengan infeksi yang dikonfirmasi, termasuk isolasi dan pelacakan kontak,” tandasnya.
Baca Juga: Varian Omicron BA.3, Kenali Gejala dan Keparahannya
(dra)
Lihat Juga :