5 Tanda Kamu Sebaiknya Konsultasi ke Psikolog, Salah Satunya Alami Gangguan Tidur
Sabtu, 12 Maret 2022 - 10:30 WIB
loading...
Berkonsultasi ke psikolog bisa membantumu mencari tahu akar masalah gangguan mental yang kamu rasakan. Foto/Pexels
A
A
A
JAKARTA - Konsultasi ke psikolog masih menjadi hal yang tidak umum bagi masyarakat, salah satunya karena stigma negatif yang tersebar bahwa berkunjung ke psikolog dianggap orang gila atau sakit jiwa.
Padahal tak ada salahnya mencoba menemui psikolog untuk berkonsultasi tentang kesehatan mental . Lalu kapan saat yang tepat untuk melakukan konsultasi ke psikolog? Berikut ulasanya mengutip Forbes.
1. Tidak Bisa Mengontrol Emosi
![5 Tanda Kamu Sebaiknya Konsultasi ke Psikolog, Salah Satunya Alami Gangguan Tidur]()
Foto: Pexels
Semua manusia pasti memiliki perasaan sedih, cemas atau marah terhadap sesuatu. Namun menjadi hal yang perlu mendapat perhatian lebih saat kamu merasa kesulitan dalam mengontrol emosi hingga melukai orang lain dan diri sendiri.
2. Melakukan Hal yang Tidak Tepat sebagai Pelarian
![5 Tanda Kamu Sebaiknya Konsultasi ke Psikolog, Salah Satunya Alami Gangguan Tidur]()
Foto: Pexels
Merokok, minum alkohol hingga menggunakan obat terlarang sebagai pelarian tentu bukan hal yang dibenarkan. Sebelum terjerumus lebih jauh sebaiknya segera berkonsultasi ke psikolog.
3. Mengalami Trauma
![5 Tanda Kamu Sebaiknya Konsultasi ke Psikolog, Salah Satunya Alami Gangguan Tidur]()
Foto: Pexels
Pengalaman masa lalu yang buruk atau trauma bisa mengendap dalam pikiran seseorang dan tanpa sadar memengaruhi alam bawah sadar dan cara berpikirnya yang cenderung negatif. Trauma inilah yang harus diatasi agar seseorang bisa berdamai dengan trauma tersebut.
Baca Juga: 4 Cara Berteman dengan Diri Sendiri, Penting untuk Kesehatan Mentalmu
4. Produktivitas dan Kualitas Kerja Menurun
![5 Tanda Kamu Sebaiknya Konsultasi ke Psikolog, Salah Satunya Alami Gangguan Tidur]()
Foto: Pexels
Penurunan kualitas kerja atau nilai di kampus dan sekolah bisa jadi tanda umum seseorang mengalami masalah psikologis atau emosional yang tidak disadari.
Baca Juga: 4 Filosofi Hidup Senang ala Jin BTS, Termasuk Perlunya Bermalas-malasan
5. Mengalami Gangguan Tidur dan Nafsu Makan
![5 Tanda Kamu Sebaiknya Konsultasi ke Psikolog, Salah Satunya Alami Gangguan Tidur]()
Foto: Pexels
Salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan mental bermula dari memiliki gangguan tidur serta napsu makan menurun. Hal ini berdampak pada kestabilan emosi yang dimiliki orang tersebut.
GenSINDO
Nadilla Syabriya
Politeknik Negeri Jakarta
Padahal tak ada salahnya mencoba menemui psikolog untuk berkonsultasi tentang kesehatan mental . Lalu kapan saat yang tepat untuk melakukan konsultasi ke psikolog? Berikut ulasanya mengutip Forbes.
1. Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Foto: Pexels
Semua manusia pasti memiliki perasaan sedih, cemas atau marah terhadap sesuatu. Namun menjadi hal yang perlu mendapat perhatian lebih saat kamu merasa kesulitan dalam mengontrol emosi hingga melukai orang lain dan diri sendiri.
2. Melakukan Hal yang Tidak Tepat sebagai Pelarian

Foto: Pexels
Merokok, minum alkohol hingga menggunakan obat terlarang sebagai pelarian tentu bukan hal yang dibenarkan. Sebelum terjerumus lebih jauh sebaiknya segera berkonsultasi ke psikolog.
3. Mengalami Trauma

Foto: Pexels
Pengalaman masa lalu yang buruk atau trauma bisa mengendap dalam pikiran seseorang dan tanpa sadar memengaruhi alam bawah sadar dan cara berpikirnya yang cenderung negatif. Trauma inilah yang harus diatasi agar seseorang bisa berdamai dengan trauma tersebut.
Baca Juga: 4 Cara Berteman dengan Diri Sendiri, Penting untuk Kesehatan Mentalmu
4. Produktivitas dan Kualitas Kerja Menurun

Foto: Pexels
Penurunan kualitas kerja atau nilai di kampus dan sekolah bisa jadi tanda umum seseorang mengalami masalah psikologis atau emosional yang tidak disadari.
Baca Juga: 4 Filosofi Hidup Senang ala Jin BTS, Termasuk Perlunya Bermalas-malasan
5. Mengalami Gangguan Tidur dan Nafsu Makan

Foto: Pexels
Salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan mental bermula dari memiliki gangguan tidur serta napsu makan menurun. Hal ini berdampak pada kestabilan emosi yang dimiliki orang tersebut.
GenSINDO
Nadilla Syabriya
Politeknik Negeri Jakarta
(ita)
Lihat Juga :