Tidak Seganas Varian Delta, IDI Ingatkan Omicron Juga Bisa Sebabkan Kematian
Senin, 14 Maret 2022 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
Meski tidak seberat Delta, Prof Zubairi mengimbau agar tetap waspada dengan Omicron. Ini mengingat gejalanya sangat ringan, bahkan terkadang tidak dirasakan atau tanpa gejala hingga menyebabkan kematian.
"Kalau Omicron dibandingkan Delta tidak serius atau seberat Delta, namun spektrum dari Omicron itu amat variasi jadi tanpa gejala, sakit sedang dan berat serta kegawatan hingga meninggal. Jadi Omicron tetap bisa menyebabkan kematian," jelas Prof Zubairi.
Sedangkan, Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) RSUP Persahabatan dr Prasenohadi, SpP, KIC, Ph.D mengungkapkan setiap varian Covid-19 memiliki karakteristik yang berbeda.
Di mana, varian Delta lebih banyak memicu masalah pernapasan atau menyerang paru-paru. Sementara Omicron memicu masalah pada bagian atas pernafasan atau tenggorokan.
Baca Juga: Omicron Menular Setidaknya Selama 6 Hari, Waspada!
"Pada varian Delta, kita lihat infeksinya itu dominan pada bagian paru paling kecil yang kita sebut alveolus, di mana terjadi peradangan paru, pneumonia, inflamasi yang hebat," ungkap dr Prasenohadi.
"Kalau Omicron dibandingkan Delta tidak serius atau seberat Delta, namun spektrum dari Omicron itu amat variasi jadi tanpa gejala, sakit sedang dan berat serta kegawatan hingga meninggal. Jadi Omicron tetap bisa menyebabkan kematian," jelas Prof Zubairi.
Sedangkan, Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) RSUP Persahabatan dr Prasenohadi, SpP, KIC, Ph.D mengungkapkan setiap varian Covid-19 memiliki karakteristik yang berbeda.
Di mana, varian Delta lebih banyak memicu masalah pernapasan atau menyerang paru-paru. Sementara Omicron memicu masalah pada bagian atas pernafasan atau tenggorokan.
Baca Juga: Omicron Menular Setidaknya Selama 6 Hari, Waspada!
"Pada varian Delta, kita lihat infeksinya itu dominan pada bagian paru paling kecil yang kita sebut alveolus, di mana terjadi peradangan paru, pneumonia, inflamasi yang hebat," ungkap dr Prasenohadi.
(dra)
Lihat Juga :