Sejarah Masjid Biru di Rusia, Sering Dikenal sebagai Masjid Soekarno
Kamis, 17 Maret 2022 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, Soekarno merupakan presiden pertama Indonesia yang mempunyai kedekatan dengan Uni Soviet (sebelum menjadi Rusia).
Pada 1956, Nikita Khrushchev mengundang Presiden Soekarno mengunjungi negaranya. Ketika bertandang ke Leningrad (saat ini St Petersburg), Soekarno melihat sebuah menara dengan kubah biru serta simbol bulan sabit.
Soekarno pun mengetahui bahwa bangunan tersebut adalah sebuah masjid. Kemudian, dia minta untuk mampir ke masjid serta melaksanakan shalat. Soekarno tampak terkejut ketika melihat masjid yang telah berubah fungsi menjadi gudang serta tidak terurus.
Lantaran mempunyai hubungan kedekatan serta kelihaian komunikasi, Soekarno meminta Nikita Khrushchev untuk menyerahkan kembali masjid tersebut kepada umat Islam yang berada di Uni Soviet kala itu.
Soviet yang saat itu menghormati Presiden Soekarno pun mengabulkan permintaan dari proklamator Indonesia ini. 10 hari setelah Presiden Soekarno melakukan kunjungannya, bangunan ini telah berfungsi kembali menjadi sebuah masjid.
Pada 1956, Nikita Khrushchev mengundang Presiden Soekarno mengunjungi negaranya. Ketika bertandang ke Leningrad (saat ini St Petersburg), Soekarno melihat sebuah menara dengan kubah biru serta simbol bulan sabit.
Soekarno pun mengetahui bahwa bangunan tersebut adalah sebuah masjid. Kemudian, dia minta untuk mampir ke masjid serta melaksanakan shalat. Soekarno tampak terkejut ketika melihat masjid yang telah berubah fungsi menjadi gudang serta tidak terurus.
Lantaran mempunyai hubungan kedekatan serta kelihaian komunikasi, Soekarno meminta Nikita Khrushchev untuk menyerahkan kembali masjid tersebut kepada umat Islam yang berada di Uni Soviet kala itu.
Soviet yang saat itu menghormati Presiden Soekarno pun mengabulkan permintaan dari proklamator Indonesia ini. 10 hari setelah Presiden Soekarno melakukan kunjungannya, bangunan ini telah berfungsi kembali menjadi sebuah masjid.
Lihat Juga :