Pemerintah Pastikan Deltacron Belum Masuk Indonesia, Cegah dengan Vaksinasi Booster
Minggu, 20 Maret 2022 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: IDI: Deltacron Belum Jadi Varian yang Mengkhawatirkan
"Ini akan menjadi kewaspadaan terkait varian baru, kita tahu akan berpotensi untuk terjadinya peningkatan kasus. Makanya bukan hanya vaksin primer, tapi vaksin booster juga menjadi PR bila kita ingin selesaikan pandemi ini," jelasnya dalam webinar Trijaya FM, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Reisa Brotoasmoro menerangkan, gejala pada seseorang yang terpapar varian Deltacron tidak berbeda dengan gejala SARs-COV2 (Corona) pada umumnya.
"Jadi gejalanya sama-sama seperti SARs-COV-2, gejalanya sama-sama untuk menyerang tubuh kita," kata dr. Reisa beberapa waktu lalu.
Sejauh ini, dr Reisa mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih terus memantau bagaimana perkembangan varian Deltacron. Menurutnya, berdasarkan pengamatan di beberapa negara yang memiliki pasien Deltacron, tidak ditemukan adanya kondisi yang buruk.
"Ini akan menjadi kewaspadaan terkait varian baru, kita tahu akan berpotensi untuk terjadinya peningkatan kasus. Makanya bukan hanya vaksin primer, tapi vaksin booster juga menjadi PR bila kita ingin selesaikan pandemi ini," jelasnya dalam webinar Trijaya FM, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Reisa Brotoasmoro menerangkan, gejala pada seseorang yang terpapar varian Deltacron tidak berbeda dengan gejala SARs-COV2 (Corona) pada umumnya.
"Jadi gejalanya sama-sama seperti SARs-COV-2, gejalanya sama-sama untuk menyerang tubuh kita," kata dr. Reisa beberapa waktu lalu.
Sejauh ini, dr Reisa mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih terus memantau bagaimana perkembangan varian Deltacron. Menurutnya, berdasarkan pengamatan di beberapa negara yang memiliki pasien Deltacron, tidak ditemukan adanya kondisi yang buruk.
(tsa)
Lihat Juga :