Inggris Hapus Pembatasan Perjalanan Terkait Covid-19, Ini Buku Panduan untuk Pelancong dari Indonesia

Senin, 21 Maret 2022 - 22:00 WIB
loading...
Inggris Hapus Pembatasan...
Buku panduan untuk pelancong Indonesia yang mau ke Inggris akan diluncurkan Selasa (22/3/2022). Foto/Dok Kedutaan Inggris di Indonesia
A A A
JAKARTA - Inggris menjadi salah satu negara ekonomi besar pertama yang mengakhiri semua pembatasan dan persyaratan perjalanan internasional terkait COVID-19. Mulai pukul 04.00 pada hari Jumat 18 Maret 2022, persyaratan untuk melengkapi Formulir Passenger Locator akan berakhir, dan bahkan mereka yang tidak divaksinasi tidak perlu mengikuti tes pra-keberangkatan atau hari ke-2 setelah kedatangan.

Langkah ini mencerminkan keputusan yang diambil oleh pemerintah Inggris, sebagaimana tercantum dalam rencana Hidup Berdampingan Dengan COVID, dan keberhasilan peluncuran vaksin dan booster Inggris, dengan 86% dari total populasi telah menerima dosis kedua dan 67% dari populasi telah mendapatkan booster atau dosis ketiga.

Kebijakan ini diambil tepat sebelum Kedutaan Besar Inggris Jakarta meluncurkan Buku Panduan baru untuk perjalanan ke Inggris, khusus untuk wisatawan Indonesia. Buku Panduan bertajuk 'Ayo ke UK' ini menyediakan berbagai ide perjalanan menarik melintasi empat negara di Kerajaan Inggris Raya – Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara; serta informasi penting bagi wisatawan, mulai dari pilihan makanan halal hingga tips budaya.

Baca Juga : Dosis Keempat Pakai Vaksin Merah Putih, Kemenkes: Pasti Akan Digunakan

“Inilah saat yang kita semua tunggu. Kebijakan ini membawa kembali wisata atau perjalanan kita hampir ke normalitas sebelum COVID. Kami tidak akan berpuas diri. Inggris akan terus melanjutkan kolaborasi erat kami dengan mitra-mitra terkait dalam pengurutan genom COVID-19 , sehingga kami siap untuk menangani varian baru jika muncul. Namun untuk saat ini, ini adalah momen untuk dirayakan – karena pariwisata dan perjalanan bisnis – akan semakin mudah, " kataDuta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins.

Ia merasa senang bahwa kebijakan ini diambil hanya beberapa hari sebelum Kedutaan Inggris meluncurkan Buku Panduan untuk membantu masyarakat Indonesia yang ingin bepergian ke Inggris. "Waktunya sangat tepat, ditambah dengan libur Paskah bulan depan! Kami berharap buku panduan yang diterbitkan dalam dalam Bahasa Indonesia ini – dapat memberikan ide-ide baru, informasi yang bermanfaat, keyakinan dan inspirasi – bagi mereka yang merencanakan perjalanan ke Inggris.” imbuhnya.

Pada tahun 2021, jumlah orang Indonesia yang bepergian ke Inggris adalah 9.670 – kurang dari seperlima dari 55.000 angka pra-pandemi. Tetapi tingkat bagi orang Indonesia yang mengajukan permohonan visa Inggris tetap tinggi – yaitu 91% dari mereka yang mengajukan permohonan di semua jenis visa – mulai dari visa kunjungan, bekerja, belajar, hingga keluarga. Warga Negara Indonesia yang mengisi formulir dengan benar dan memberikan informasi yang diminta – hampir semuanya berhasil mendapatkan visa Inggris.

Sementara itu Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan bahwaInggris memimpin dunia dalam menghapus semua pembatasan perjalanan COVID-19 yang tersisa, dan pengumuman ini adalah bukti kerja keras semua orang di Inggris untuk meluncurkan vaksin dan melindungi satu sama lain.

"Saya katakan bahwa kami tidak akan memberlakukan langkah-langkah perjalanan lebih lama dari yang diperlukan, yang kami sampaikan melalui pengumuman ini – ini adalah sebuah berita dengan sambutan baik yang memberikan kebebasan lebih besar bagi para pelaku perjalanan menjelang liburan Paskah.Saya berharap dapat terus bekerja dengan sektor perjalanan dan mitra di seluruh dunia untuk membuat perjalanan internasional terus bergerak," ungkap Grant Shapps.

Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa ini saatnyabelajar untuk hidup dengan COVID-19. Mereka mengambil langkah lebih lanjut untuk membuka perjalanan internasional sekali lagi menjelang liburan Paskah.
Kami akan terus memantau dan melacak varian baru yang potensial dan menyiapkan tindakan yang dapat diterapkan dengan cepat, jika diperlukan, untuk menjaga agar kita semua tetap aman.

"Kami dapat menghapus pembatasan terakhir ini berkat keberhasilan luar biasa dari program vaksinasi kami, yang telah meningkat lebih dari 8 dari 10 orang di Inggris,” katanya dalam rilis yang diterima SINDOnews.com, Senin (21/3/2022).

Untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat, pemerintah akan mempertahankan berbagai tindakan darurat sebagai langkah alternatif, yang akan memungkinkannya mengambil tindakan cepat dan proporsional, jika diperlukan, untuk menunda varian berbahaya COVID-19 di masa depan yang memasuki Inggris.

Baca Juga : Studi Terbaru: 96 Persen Anak Penyintas Covid-19 Punya Antibodi Setidaknya 7 Bulan

Di masa depan, pendekatan standar pemerintah adalah menggunakan langkah-langkah yang tidak terlalu ketat, jika sesuai, untuk meminimalisir dampaknya sejauh mungkin terhadap perjalanan – mengingat tingginya biaya pribadi, ekonomi dan internasional yang dapat ditimbulkan oleh tindakan pembatasan – tindakan darurat hanya akan dilakukan dan diimplementasikan dalam keadaan ekstrim. Mengingat keadaan pandemi saat ini, kami berharap volume perjalanan global kembali normal.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Kanker Payudara Tertinggi...
Kanker Payudara Tertinggi di Inggris dan RI, Ini Penjelasan Dokter
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Penjualan Tiket Melempem,...
Penjualan Tiket Melempem, Dokumenter Melania Trump Gagal Menarik Penonton Inggris
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Rekomendasi
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Berita Terkini
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Sarwendah Laporkan Ruben...
Sarwendah Laporkan Ruben Onsu ke KPAI Terkait Pengasuhan dan Nafkah Anak
Juara MasterChef Indonesia...
Juara MasterChef Indonesia Ini Pernah Kesurupan, Pengakuan Stephanie Mayerson Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding
Menekraf Tegaskan AI...
Menekraf Tegaskan AI Hanya Asisten, Bukan Pengganti Kreator atau Musisi
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Infografis
Covid-19 Varian Baru...
Covid-19 Varian Baru Eris Bikin Kasus Melonjak di Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved