Fakta Ilmiah Mengapa Kita Mudah Marah Saat Lapar, Ini Penjelasan Pakar
Kamis, 24 Maret 2022 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah studi di Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa rendahnya kadar gula dalam darah membuat seseorang menjadi mudah marah. Otak yang mengalami defisit kalori membuat produktivitasnya melambat. Makanya, saat sedang lapar, seseorang jadi susah konsentrasi, linglung, dan cenderung cepat lelah dalam beraktivitas. Selain itu, timbul rasa kantuk, bahkan bertindak ceroboh.
Tapi, tidak semua orang yang kelaparan bisa berubah jadi “buas”. Ketika seseorang lapar, ada dua hal yang membuat emosi negatif itu bisa memengaruhi dirinya atau tidak, yakni situasi dan kesadaran diri. Kelaparan di tengah situasi dan kondisi yang kondusif, maka itu tidak akan terlalu memengaruhi emosi, malah bisa menahan lapar lebih lama lagi. Sebaliknya, jika situasi sedang hectic atau stres, maka bisa membuat orang lebih mudah marah. Dapat disimpulkan bahwa situasi yang dialami terkoneksi dengan suasana hati.
Melansir Time, sebuah eksperimen yang dilakukan pada pelajar juga menyebutkan bahwa mereka yang sadar dan meluangkan waktu untuk memahami perasaan dan emosi saat rasa lapar akan cenderung lebih mudah mengendalikan emosinya. Hasil itu ditunjukkan bukan saja oleh pelajar yang sebelumnya sudah makan, tapi juga oleh pelajar yang diminta berpuasa.
Tapi, tidak semua orang yang kelaparan bisa berubah jadi “buas”. Ketika seseorang lapar, ada dua hal yang membuat emosi negatif itu bisa memengaruhi dirinya atau tidak, yakni situasi dan kesadaran diri. Kelaparan di tengah situasi dan kondisi yang kondusif, maka itu tidak akan terlalu memengaruhi emosi, malah bisa menahan lapar lebih lama lagi. Sebaliknya, jika situasi sedang hectic atau stres, maka bisa membuat orang lebih mudah marah. Dapat disimpulkan bahwa situasi yang dialami terkoneksi dengan suasana hati.
Melansir Time, sebuah eksperimen yang dilakukan pada pelajar juga menyebutkan bahwa mereka yang sadar dan meluangkan waktu untuk memahami perasaan dan emosi saat rasa lapar akan cenderung lebih mudah mengendalikan emosinya. Hasil itu ditunjukkan bukan saja oleh pelajar yang sebelumnya sudah makan, tapi juga oleh pelajar yang diminta berpuasa.
(hri)
Lihat Juga :