Will Smith Terancam Diminta Kembalikan Piala Oscar 2022 Usai Tampar Chris Rock
Senin, 28 Maret 2022 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
"Dia bisa saja membunuhnya. Itu murni di luar kendali kemarahan dan kekerasan. Mereka telah mendengar sejuta lelucon tentang mereka dalam tiga dekade terakhir. Mereka bukan mahasiswa baru di dunia Hollywood dan komedi. Dia kehilangan akal," tulis Apatow.
![Will Smith Terancam Diminta Kembalikan Piala Oscar 2022 Usai Tampar Chris Rock]()
Sementara itu, kode etik Academy yang dirilis pada 2017 setelah skandal seksual yang melanda industri, menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai Academy seperti inklusi, membina lingkungan yang mendukung, dan menghormati martabat manusia.
CEO Academy of Motion Picture Arts and Sciences Dawn Hudson menyatakan bahwa keanggotaan Academy adalah hak istimewa yang ditawarkan hanya kepada segelintir orang terpilih dalam komunitas pembuat film global.
Baca Juga: Tampar Chris Rock di Oscar 2022, Will Smith Minta Maaf
“Selain mencapai keunggulan di bidang seni dan ilmu perfilman, anggota juga harus berperilaku etis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Academy untuk menghormati martabat manusia, inklusi, dan lingkungan yang mendukung yang menumbuhkan kreativitas," ucap Hudson.
"Academy secara tegas menentang segala bentuk pelecehan atau diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, orientasi seksual, ras, etnis, kecacatan, usia, agama, atau kebangsaan. Standar ini sangat penting untuk misi Academy dan mencerminkan nilai-nilai kami," tambahnya.

Sementara itu, kode etik Academy yang dirilis pada 2017 setelah skandal seksual yang melanda industri, menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai Academy seperti inklusi, membina lingkungan yang mendukung, dan menghormati martabat manusia.
CEO Academy of Motion Picture Arts and Sciences Dawn Hudson menyatakan bahwa keanggotaan Academy adalah hak istimewa yang ditawarkan hanya kepada segelintir orang terpilih dalam komunitas pembuat film global.
Baca Juga: Tampar Chris Rock di Oscar 2022, Will Smith Minta Maaf
“Selain mencapai keunggulan di bidang seni dan ilmu perfilman, anggota juga harus berperilaku etis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Academy untuk menghormati martabat manusia, inklusi, dan lingkungan yang mendukung yang menumbuhkan kreativitas," ucap Hudson.
"Academy secara tegas menentang segala bentuk pelecehan atau diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, orientasi seksual, ras, etnis, kecacatan, usia, agama, atau kebangsaan. Standar ini sangat penting untuk misi Academy dan mencerminkan nilai-nilai kami," tambahnya.
Lihat Juga :