Tampar Wajah Chris Rock di Pentas Oscar, Will Smith Alami Gangguan Impulsif?
Selasa, 29 Maret 2022 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Gangguan impulsif sendiri adalah ketika Anda bertindak cepat tanpa memikirkan konsekuensinya. Tidak ada yang Anda pikirkan saat momen itu terjadi.
Impulsif bahkan dikatakan sebagai gejala dari gangguan kesehatan mental lainnya. Untuk itu, perlu pemeriksaan menyeluruh terhadap individu tersebut sebelum akhirnya bisa mendiagnosa atau memberi cap tertentu.
Sifat impulsif datang secara spontan. Makanya, orang dengan gangguan impulsif itu bisa saja merusak atau bertindak kasar kepada orang lain saat marah. Apa yang dilakukannya itu di luar dari kendali kontrol diri.
"Orang dengan gangguan impulsif itu bisa meledak tiba-tiba. Jadi, dia kehilangan ketenangan dalam dirinya sekalipun dalam situasi yang tidak beralasan," jelas perawat kesehatan mental geriatri dan psikiatri, serta psikolog berlisensi, dr Timothy Legg di laman Healthline.
"Mereka juga bereaksi berlebihan dengan melakukan kekerasan fisik secara mendadak. Buruknya lagi, orang dengan gangguan impulsif juga menyakiti diri mereka sendiri ketika sedang marah, sedih, atau kecewa," lanjut dia.
Di sisi lain, penyebab seseorang mengalami gangguan impulsif itu mungkin ada hubungannya dengan lobus prefrontal. Penelitian lain menunjukkan hubungan antara impulsif dengan konektivitas otak.
Impulsif bahkan dikatakan sebagai gejala dari gangguan kesehatan mental lainnya. Untuk itu, perlu pemeriksaan menyeluruh terhadap individu tersebut sebelum akhirnya bisa mendiagnosa atau memberi cap tertentu.
Sifat impulsif datang secara spontan. Makanya, orang dengan gangguan impulsif itu bisa saja merusak atau bertindak kasar kepada orang lain saat marah. Apa yang dilakukannya itu di luar dari kendali kontrol diri.
"Orang dengan gangguan impulsif itu bisa meledak tiba-tiba. Jadi, dia kehilangan ketenangan dalam dirinya sekalipun dalam situasi yang tidak beralasan," jelas perawat kesehatan mental geriatri dan psikiatri, serta psikolog berlisensi, dr Timothy Legg di laman Healthline.
"Mereka juga bereaksi berlebihan dengan melakukan kekerasan fisik secara mendadak. Buruknya lagi, orang dengan gangguan impulsif juga menyakiti diri mereka sendiri ketika sedang marah, sedih, atau kecewa," lanjut dia.
Di sisi lain, penyebab seseorang mengalami gangguan impulsif itu mungkin ada hubungannya dengan lobus prefrontal. Penelitian lain menunjukkan hubungan antara impulsif dengan konektivitas otak.
Lihat Juga :