Film Pendek Baju Lebaran, Haruskah Baru?
Jum'at, 01 April 2022 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Jangan sampai rasa syukur ini justru dinodai dengan perasaan kesal karena tidak bisa memiliki baju baru. Apa lagi jika disertai dengan keinginan menyombongkan diri di hadapan orang lain.
Baca Juga: Film Pendek Sebelum Mencicipi Kematian: Takut, Flight or Fight?
Tentu ini sudah jauh melenceng dari tujuan yang sebenarnya kala mengenakan pakaian terbaik. Terdapat sebuah kata bijak yang perlu kita ingat, "Bukanlah hari raya bagi orang yang memakai pakaian baru. Akan tetapi, hari raya adalah bagi mereka yang takut terhadap hari pembalasan".
Namun, Joko sang tokoh utama dalam film ini hanyalah seorang anak kelas 4 SD. Demikian pula teman-temannya. Cara berpikirnya yang masih sederhana dan konkret membuatnya merasa tersisih saat tidak bisa ikut memamerkan pakaian baru saat Hari Raya Idulfitri.
![Film Pendek Baju Lebaran, Haruskah Baru?]()
Foto: Genflix
Di sinilah peran para orang dewasa di sekitar anak-anak untuk tak kenal lelah menanamkan hakikat kebahagiaan pada hari raya, bahwa sejatinya tidak terpaku dengan ada tidaknya pakaian baru. Saat hati bisa tetap bersabar dan bersyukur dalam ketaatan, itulah kebahagiaan sejati.
Baca Juga: Film Pendek Sebelum Mencicipi Kematian: Takut, Flight or Fight?
Tentu ini sudah jauh melenceng dari tujuan yang sebenarnya kala mengenakan pakaian terbaik. Terdapat sebuah kata bijak yang perlu kita ingat, "Bukanlah hari raya bagi orang yang memakai pakaian baru. Akan tetapi, hari raya adalah bagi mereka yang takut terhadap hari pembalasan".
Namun, Joko sang tokoh utama dalam film ini hanyalah seorang anak kelas 4 SD. Demikian pula teman-temannya. Cara berpikirnya yang masih sederhana dan konkret membuatnya merasa tersisih saat tidak bisa ikut memamerkan pakaian baru saat Hari Raya Idulfitri.

Foto: Genflix
Di sinilah peran para orang dewasa di sekitar anak-anak untuk tak kenal lelah menanamkan hakikat kebahagiaan pada hari raya, bahwa sejatinya tidak terpaku dengan ada tidaknya pakaian baru. Saat hati bisa tetap bersabar dan bersyukur dalam ketaatan, itulah kebahagiaan sejati.
Lihat Juga :