Cegah Penyakit Serius akibat Covid-19, Orang Tua Disarankan Memvaksinasi Anak-anaknya
Sabtu, 02 April 2022 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Studi yang menggandeng Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Amerika Serikat (CDC) ini melihat data yang diperoleh dari 1.185 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan konfirmasi positif Covid-19 pada usia 5-18 tahun, dan 1.627 pasien kontrol dengan usia yang sama yang tidak didiagnosis dengan Covid-19.
Data studi diambil dari 31 rumah sakit anak di 23 negara bagian AS dari Juli 2021 hingga Februari 2022.
Para peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan, 88% pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 tidak divaksinasi, dan 25% memerlukan tindakan pendukung kehidupan.
"Secara detail diterangkan bahwa 92% anak-anak usia 5-11 yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 tidak divaksinasi, sedangkan 16% dari mereka dianggap sakit kritis dan memerlukan intervensi pendukung kehidupan seperti intubasi. Dari kelompok tersebut, 90% tidak divaksinasi," sebut rilis studi.
Pada kelompok remaja berusia 12-18 tahun yang dirawat di rumah sakit karena infeksi Covid-19, 87% tidak divaksinasi. Studi tersebut menyebutkan, 27% dari mereka mengalami sakit kritis dan dari mereka juga 93% tidak divaksinasi. Dua remaja dinyatakan meninggal.
Menurut penelitian, dua dosis vaksin Pfizer 68% efektif dalam mencegah rawat inap akibat Omicron di antara kelompok anak-anak berusia 5-11 tahun. Para peneliti mengatakan bahwa karena kelompok usia ini baru saja memenuhi syarat untuk vaksin, peneliti tidak dapat secara efisien menghitung jumlah penyakit kritis secara terpisah.
Data studi diambil dari 31 rumah sakit anak di 23 negara bagian AS dari Juli 2021 hingga Februari 2022.
Para peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan, 88% pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 tidak divaksinasi, dan 25% memerlukan tindakan pendukung kehidupan.
"Secara detail diterangkan bahwa 92% anak-anak usia 5-11 yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 tidak divaksinasi, sedangkan 16% dari mereka dianggap sakit kritis dan memerlukan intervensi pendukung kehidupan seperti intubasi. Dari kelompok tersebut, 90% tidak divaksinasi," sebut rilis studi.
Pada kelompok remaja berusia 12-18 tahun yang dirawat di rumah sakit karena infeksi Covid-19, 87% tidak divaksinasi. Studi tersebut menyebutkan, 27% dari mereka mengalami sakit kritis dan dari mereka juga 93% tidak divaksinasi. Dua remaja dinyatakan meninggal.
Menurut penelitian, dua dosis vaksin Pfizer 68% efektif dalam mencegah rawat inap akibat Omicron di antara kelompok anak-anak berusia 5-11 tahun. Para peneliti mengatakan bahwa karena kelompok usia ini baru saja memenuhi syarat untuk vaksin, peneliti tidak dapat secara efisien menghitung jumlah penyakit kritis secara terpisah.
Lihat Juga :