Orang Tua Harus Bisa Menyiapkan Mental Anak Menghadapi New Normal
Kamis, 18 Juni 2020 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, banyak orangtua yang khawatir ke rumah sakit untuk imunisasi anak lantaran virus corona. "Masalahnya jika tidak vaksin pandemiknya bukan Covid-19 lagi tapi penyakit lain. Tahun depan bisa saja muncul difteri, campak, polio dan menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Maka itu yang sudah menunda vaksin segera divaksin anaknya," ingat dr. Melia. (Baca juga: Permainan Ini Bisa Latih Kemampuan Motorik Anak)
Dibenarkan dr. Theressia Handayani, orangtua khawatir mengajak anak vaksin tapi malah mengajak ke supermarket padahal ini lebih berbahaya. "Kalau takut ke rumah sakit bisa pilih rumah vaksin misalnya, yang penting anak segera divaksin dan tidak ditunda," imbuh dr. Theressia yang juga seorang vaksinator. Ia juga menyinggung vaksin influenza, meski bukan untuk mencegah Covid19, namun tetap perlu diberikan.
Perlu diketahui, komplikasi terberat dari Covid-19 adalah pneumonia (radang paru), nah IDAI merekomendasikan untuk melengkapi semua vaksin yang berhubungan dengan pneumonia seperti PCV, influenza, PCV, MMR, Hib, dan vaksin Campak. Sebelumnya, jika ada pasien pneumonia dokter tidak berpikir bahwa itu adalah Covid19. Sekarang, semua pasien yang pneumonia dinyatakan PDP (Pasien Dalam Pemantauan) dan harus diswab.
Selain vaksinasi, tentunya asupan nutrisi juga harus menjadi perhatian orangtua. Pemberian vitamin sangat disarankan untuk menangkal Covid19 terutama vitamin A, C, D, dan zinc. Dr. Melia mengatakan, ada riset yang mengungkap, kadar vitamin D pada pasien Covid-19 ternyata rendah. Selama ini kita berpikir, hidup di daerah tropis maka tidak lagi membutuhkan vitamin D. (Baca juga: Pandemi Covid-19, Gugatan cerai di Salatiga Menurun)
"Ternyata ada penelitian, tipe orang Asia sebanyak 80% memiliki kelainan gen untuk menyerap matahari dan merubahnya menjadi vitamin D. Saya sendiri sudah diperiksa genomiknya dan hasilnya ada kelainan gen (untuk menyerap vitamin D) makanya harus pakai suplemen," pungkas dr. Theressia. (Sri Noviarni)
Dibenarkan dr. Theressia Handayani, orangtua khawatir mengajak anak vaksin tapi malah mengajak ke supermarket padahal ini lebih berbahaya. "Kalau takut ke rumah sakit bisa pilih rumah vaksin misalnya, yang penting anak segera divaksin dan tidak ditunda," imbuh dr. Theressia yang juga seorang vaksinator. Ia juga menyinggung vaksin influenza, meski bukan untuk mencegah Covid19, namun tetap perlu diberikan.
Perlu diketahui, komplikasi terberat dari Covid-19 adalah pneumonia (radang paru), nah IDAI merekomendasikan untuk melengkapi semua vaksin yang berhubungan dengan pneumonia seperti PCV, influenza, PCV, MMR, Hib, dan vaksin Campak. Sebelumnya, jika ada pasien pneumonia dokter tidak berpikir bahwa itu adalah Covid19. Sekarang, semua pasien yang pneumonia dinyatakan PDP (Pasien Dalam Pemantauan) dan harus diswab.
Selain vaksinasi, tentunya asupan nutrisi juga harus menjadi perhatian orangtua. Pemberian vitamin sangat disarankan untuk menangkal Covid19 terutama vitamin A, C, D, dan zinc. Dr. Melia mengatakan, ada riset yang mengungkap, kadar vitamin D pada pasien Covid-19 ternyata rendah. Selama ini kita berpikir, hidup di daerah tropis maka tidak lagi membutuhkan vitamin D. (Baca juga: Pandemi Covid-19, Gugatan cerai di Salatiga Menurun)
"Ternyata ada penelitian, tipe orang Asia sebanyak 80% memiliki kelainan gen untuk menyerap matahari dan merubahnya menjadi vitamin D. Saya sendiri sudah diperiksa genomiknya dan hasilnya ada kelainan gen (untuk menyerap vitamin D) makanya harus pakai suplemen," pungkas dr. Theressia. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :