Kisah Furiyanti yang Sukses Bawa Telur Gabus Jadi Camilan Berkelas
Selasa, 05 April 2022 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
“Kenapa saya ambil itu, saat itu saya pikir ambil jurusan yang belum menjamur di Indonesia, yaitu PR. Jadi saat itu jujur saya tidak tahu persis itu jurusan apa," ujar Furiyanti.
Namun, seakan takdir, dari situlah petualangan Furiyanti dimulai. Lulus kuliah, dia langsung pulang ke Tanah Air dengan bekerja di salah satu agensi kehumasan ternama di ibu kota yang juga merupakan tempat magangnya dulu.
Berawal dari menjadi seorang praktisi PR, Furiyanti lantas terjun sebagai seorang communication specialist di berbagai perusahaan ternama. Sejumlah jabatan mentereng pun pernah disandangnya, dari level eksekutif hingga direksi.
Salah satu langkah ekstrem yang pernah dia lakukan adalah saat Furiyanti memutuskan untuk kembali ke Australia, mencoba peruntungan di sana namun takdir berkata lain. Furiyanti hanya bertahan 6 bulan dan dia memutuskan kembali ke Tanah Air.
Sekembalinya ke Indonesia, Furiyanti yang sempat bekerja sebagai direktur komunikasi di salah satu konglomerasi ternama terpikir untuk mendirikan usaha. Ini karena dia merasa sosoknya kerap dicurhati oleh orang lain terkait masalah hidupnya, dan kebetulan dia juga orang pendengar yang baik.
Baca Juga: Hotman Paris Geram Holywings Bali Dituding Jadi Penyebab Kematian Anjing di Canggu
Akhirnya Furiyanti memutuskan meninggalkan dunia korporat dan mulai usaha perusahaan coaching usai disarankan oleh temannya. Kemudian perjalanan hidup membawanya kepada inspirasi untuk mendirikan Kata Oma. Saat bekerja sebagai direktur dan sedang merintis Dream Centre, Furiyanti terkadang membawa telur gabus buatan ibunya.
Tak disangka telur gabus tersebut banyak menuai antusiasme dari orang-orang di sekitarnya. Furiyanti semakin serius menekuni bisnis rintisannya tersebut hingga akhirnya di 2018, dia mantap menggunakan brand Kata Oma lantaran resep yang digunakan berasal dari sang ibunda, yang sudah berstatus nenek alias oma.
Namun, seakan takdir, dari situlah petualangan Furiyanti dimulai. Lulus kuliah, dia langsung pulang ke Tanah Air dengan bekerja di salah satu agensi kehumasan ternama di ibu kota yang juga merupakan tempat magangnya dulu.
Berawal dari menjadi seorang praktisi PR, Furiyanti lantas terjun sebagai seorang communication specialist di berbagai perusahaan ternama. Sejumlah jabatan mentereng pun pernah disandangnya, dari level eksekutif hingga direksi.
Salah satu langkah ekstrem yang pernah dia lakukan adalah saat Furiyanti memutuskan untuk kembali ke Australia, mencoba peruntungan di sana namun takdir berkata lain. Furiyanti hanya bertahan 6 bulan dan dia memutuskan kembali ke Tanah Air.
Sekembalinya ke Indonesia, Furiyanti yang sempat bekerja sebagai direktur komunikasi di salah satu konglomerasi ternama terpikir untuk mendirikan usaha. Ini karena dia merasa sosoknya kerap dicurhati oleh orang lain terkait masalah hidupnya, dan kebetulan dia juga orang pendengar yang baik.
Baca Juga: Hotman Paris Geram Holywings Bali Dituding Jadi Penyebab Kematian Anjing di Canggu
Akhirnya Furiyanti memutuskan meninggalkan dunia korporat dan mulai usaha perusahaan coaching usai disarankan oleh temannya. Kemudian perjalanan hidup membawanya kepada inspirasi untuk mendirikan Kata Oma. Saat bekerja sebagai direktur dan sedang merintis Dream Centre, Furiyanti terkadang membawa telur gabus buatan ibunya.
Tak disangka telur gabus tersebut banyak menuai antusiasme dari orang-orang di sekitarnya. Furiyanti semakin serius menekuni bisnis rintisannya tersebut hingga akhirnya di 2018, dia mantap menggunakan brand Kata Oma lantaran resep yang digunakan berasal dari sang ibunda, yang sudah berstatus nenek alias oma.
Lihat Juga :