Heboh Fenomena Pelihara Tuyul agar Cepat Kaya, Ini Tanggapan Akademisi
Rabu, 06 April 2022 - 12:20 WIB
loading...
Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Dunia maya Indonesia banyak dihebohkan oleh berita mengenai tuyul, makhluk halus yang dikabarkan bisa membuat pemiliknya cepat kaya. Baru-baru ini, sebuah benda yang diduga sebagai perwujudan tuyul ditemukan di Cirebon.
Benda menyerupai bayi manusia yang berukuran 5 cm itu viral di media sosial setelah videonya tersebar. Tak lama kemudian, warga membakarnya agar tak menimbulkan kekacauan lebih lanjut.
Baca Juga: Vision Plus Sajikan Series Katanya yang Mengungkap Mitos dan Stigma di Tengah Masyarakat
Memelihara tuyul sering dianggap sebagai jalan pintas untuk menjadi kaya. Bagi sebagian orang, cara itu tak dapat dibenarkan, karena sama saja seperti bekerja sama dengan setan.
Di sisi lain, sebagian orang merasa tergiur untuk memiliki tuyul karena keuntungannya. Di zaman yang serbacepat ini, tak bisa dipungkiri bahwa uang hampir bisa membeli apa pun.
“Bentuk tuyul yang kita kenal sekarang, yang anak kecil botak itu, itu mungkin baru muncul sekitar tahun 60 atau 70-an gitu, sebelumnya nggak ada. Sebelumnya, (namanya) pesugihan aja, sama aja perjanjian dengan setan,” ujar seorang akademisi bernama Lingga Agung SI Kom, MSn, dalam serial Katanya dari Vision+.
Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan sejarah, fenomena tuyul berkaitan erat dengan perubahan sosio-kultural dan ekonomi masyarakat Indonesia yang terjadi secara cepat. Dalam serial Katanya , ia juga menyebutkan beberapa contoh fenomena serupa di berbagai negara.
Benda menyerupai bayi manusia yang berukuran 5 cm itu viral di media sosial setelah videonya tersebar. Tak lama kemudian, warga membakarnya agar tak menimbulkan kekacauan lebih lanjut.
Baca Juga: Vision Plus Sajikan Series Katanya yang Mengungkap Mitos dan Stigma di Tengah Masyarakat
Memelihara tuyul sering dianggap sebagai jalan pintas untuk menjadi kaya. Bagi sebagian orang, cara itu tak dapat dibenarkan, karena sama saja seperti bekerja sama dengan setan.
Di sisi lain, sebagian orang merasa tergiur untuk memiliki tuyul karena keuntungannya. Di zaman yang serbacepat ini, tak bisa dipungkiri bahwa uang hampir bisa membeli apa pun.
“Bentuk tuyul yang kita kenal sekarang, yang anak kecil botak itu, itu mungkin baru muncul sekitar tahun 60 atau 70-an gitu, sebelumnya nggak ada. Sebelumnya, (namanya) pesugihan aja, sama aja perjanjian dengan setan,” ujar seorang akademisi bernama Lingga Agung SI Kom, MSn, dalam serial Katanya dari Vision+.
Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan sejarah, fenomena tuyul berkaitan erat dengan perubahan sosio-kultural dan ekonomi masyarakat Indonesia yang terjadi secara cepat. Dalam serial Katanya , ia juga menyebutkan beberapa contoh fenomena serupa di berbagai negara.
Lihat Juga :