Varian Virus Corona XE Sangat Berisiko Tinggi Bagi yang Belum Divaksin, Ini Kata Epidemiolog Malaysia
Jum'at, 08 April 2022 - 08:23 WIB
loading...
Ahli epidemiologi medis Universiti Putra Malaysia Malina Osman mengungkapkan bahwa varian XE tercatat memiliki risiko tinggi bagi mereka yang belum divaksinasi. Foto/Ilustrasi/Thai PBS World
A
A
A
JAKARTA - Varian baru Covid-19 XE membuat dunia khawatir lantaran diduga lebih menular dibandingkan varian aslinya yaitu Omicron (BA.1). Menurut ahli epidemiologi medis Universiti Putra Malaysia Malina Osman bahwa XE tercatat berisiko tinggi bagi mereka yang belum divaksinasi, atau tidak memiliki infeksi sebelumnya.
Namun, Malina percaya bahwa situasinya akan terkendali karena Malaysia memiliki cakupan program baik, kepatuhan baik terhadap protokol kesehatan, dan langkah-langkah yang diterapkan untuk membatasi penyebaran.
"Apa yang harus kita fokuskan sekarang adalah memastikan cakupan vaksin di antara mereka berusia lima hingga 11 tahun, booster untuk mencapai cakupan setidaknya 70 hingga 80 persen, dan penyediaan khusus untuk anak-anak di bawah lima tahun, serta mereka yang tidak dapat divaksinasi,” kata Prof Malina dilansir Strait Times, Jumat (8/4/2022).
Hal tersebut juga senada dengan Ketua Relawan untuk Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat Covid-19 Malaysia Zainal Ariffin Omar. Ia menegaskan pentingnya testing Covid-19 berkelanjutan dan mengidentifikasi varian harus dilakukan.
Baca Juga: 6 Gejala Khas yang Ditimbulkan Varian XE, Harus Tahu!
">Namun, Malina percaya bahwa situasinya akan terkendali karena Malaysia memiliki cakupan program baik, kepatuhan baik terhadap protokol kesehatan, dan langkah-langkah yang diterapkan untuk membatasi penyebaran.
"Apa yang harus kita fokuskan sekarang adalah memastikan cakupan vaksin di antara mereka berusia lima hingga 11 tahun, booster untuk mencapai cakupan setidaknya 70 hingga 80 persen, dan penyediaan khusus untuk anak-anak di bawah lima tahun, serta mereka yang tidak dapat divaksinasi,” kata Prof Malina dilansir Strait Times, Jumat (8/4/2022).
Hal tersebut juga senada dengan Ketua Relawan untuk Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat Covid-19 Malaysia Zainal Ariffin Omar. Ia menegaskan pentingnya testing Covid-19 berkelanjutan dan mengidentifikasi varian harus dilakukan.
Baca Juga: 6 Gejala Khas yang Ditimbulkan Varian XE, Harus Tahu!
Dia juga mengingatkan untuk meningkatkan sistem perawatan kesehatan akan mampu mengatasi kasus tersebut. "Masih tangguh dan kokoh,” katanya.