Apa Beda Anxiety dan Depresi? Ini Penjelasan Psikolog
Selasa, 12 April 2022 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
“Ini adalah situasi di mana cemasnya itu sudah berlebihan. Bahkan ketika stressor-nya sudah tidak ada, tapi gejalanya masih dirasakan, secara emosi ada rasa enggak nyaman, enggak enaknya, dan fisik juga merasakan hal yang sama,” jelas Mazdha.
Bila kecemasan ini berlanjut, sambung dia, maka tidak menutup kemungkinan akan rentan mengalami depresi.
“Kalau sudah depresi, itu sudah menyerang lima aspek dalam kehidupan kita. Secara fisik, entah itu asam lambung naik, kognisi merasa rendah diri, jadi self defeating, dan sebagainya,” ujarnya.
Oleh karena itu, masalah kesehatan mental sekecil apa pun tidak boleh disepelekan. “Bukan hanya depresi nantinya, tapi bisa mengalami learn helplessness atau belajar menjadi orang yang pesimis,” kata Mazdha.
Bila kecemasan ini berlanjut, sambung dia, maka tidak menutup kemungkinan akan rentan mengalami depresi.
“Kalau sudah depresi, itu sudah menyerang lima aspek dalam kehidupan kita. Secara fisik, entah itu asam lambung naik, kognisi merasa rendah diri, jadi self defeating, dan sebagainya,” ujarnya.
Oleh karena itu, masalah kesehatan mental sekecil apa pun tidak boleh disepelekan. “Bukan hanya depresi nantinya, tapi bisa mengalami learn helplessness atau belajar menjadi orang yang pesimis,” kata Mazdha.
(tsa)
Lihat Juga :