NextArt Hadir untuk Transparansi Pembagian Royalti Musisi
Jum'at, 15 April 2022 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Sejak berdiri pada Juli 2021, distributor musik ini terbuka untuk mewadahi musisi tanah air terlebih musisi yang belum terikat dengan publisher atau aggregator lain terutama musisi yang datang dari daerah.Sebab seperti diketahui, tak mudah bagi musisi daerah untuk bisa mendapatkan akses secara leluasa memperkenalkan karya mereka secara nasional.
"Kami berharap targetnya bisa menjangkau musisi daerah yang belum memiliki publisher, karena kalau penyanyi dan musisi terkenal kebanyakan sudah tergabung dengan aggregator atau publisher," terang Rio Zee.
Dalam kesempatan yang sama, produser sekaligus pemerhati musik Seno M Hardjo mengatakan bahwa hadirnya NextArt.id ini jadi tolok ukur baru bagi pengolekan aggregator distribusi musik di tengah persaingan dengan raksasa di record label besar yang sudah 70 tahun berdiri.
"Sistem royalti di Indonesia masih belum transparansi karena banyak yang merasakan ambil hasil royalti banyak pemotongan yang hidden dan belum dikasih tau atau dijelaskan sebelumnya di awal kalau disini jelas pajak potong 15 persen kalo punya npwp kalo nda ada 30 persen dengan rincian jelas di invoice . Makanya semoga bisa perbaiki sistem agar transparansi dalam pembagian royalti bagi musisi,"jelas Seno
Sebagai informasi, bagi musisi yang ingin mendaftarkan lagu mereka di distributor musik ini, cukup merogoh kocek Rp 85.000. Selanjutnya, lagu tersebut akan disebar di sejumlah platform digital.Meski fokusnya ke penyanyi daerah, tapi musisi legendaris Dwiki Dharmawan sudah bergabung di distributor musik ini. Termasuk pula Ustaz Erick Yusuf yang mengisi religi.
"Kami berharap targetnya bisa menjangkau musisi daerah yang belum memiliki publisher, karena kalau penyanyi dan musisi terkenal kebanyakan sudah tergabung dengan aggregator atau publisher," terang Rio Zee.
Dalam kesempatan yang sama, produser sekaligus pemerhati musik Seno M Hardjo mengatakan bahwa hadirnya NextArt.id ini jadi tolok ukur baru bagi pengolekan aggregator distribusi musik di tengah persaingan dengan raksasa di record label besar yang sudah 70 tahun berdiri.
"Sistem royalti di Indonesia masih belum transparansi karena banyak yang merasakan ambil hasil royalti banyak pemotongan yang hidden dan belum dikasih tau atau dijelaskan sebelumnya di awal kalau disini jelas pajak potong 15 persen kalo punya npwp kalo nda ada 30 persen dengan rincian jelas di invoice . Makanya semoga bisa perbaiki sistem agar transparansi dalam pembagian royalti bagi musisi,"jelas Seno
Sebagai informasi, bagi musisi yang ingin mendaftarkan lagu mereka di distributor musik ini, cukup merogoh kocek Rp 85.000. Selanjutnya, lagu tersebut akan disebar di sejumlah platform digital.Meski fokusnya ke penyanyi daerah, tapi musisi legendaris Dwiki Dharmawan sudah bergabung di distributor musik ini. Termasuk pula Ustaz Erick Yusuf yang mengisi religi.
(hri)
Lihat Juga :