4 Keuntungan Kalau Kamu Setuju dengan Perjodohan
Sabtu, 23 April 2022 - 14:29 WIB
loading...
Perjodohan tidak selamanya buruk selama kamu bisa pandai menimbang keuntungannya. Foto/Asad Photo Maldives, Pexels
A
A
A
JAKARTA - Perjodohan kerap dianggap sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan, apalagi pada masa modern seperti sekarang ini.
Perjodohan, apalagi jika diatur oleh orang tua atau keluarga, juga bisa menciptakan dilema tersendiri buat yang dijodohkan. Meski begitu, bukan berarti perjodohan tidak punya manfaat sama sekali. Berikut ini empat di antaranya yang bisa kamu pertimbangkan.
1. Keterlibatan Keluarga dan Kerabat yang Aktif
![4 Keuntungan Kalau Kamu Setuju dengan Perjodohan]()
Foto:Andrea Piacquadio/Pexels
Dalam proses perjodohan, kemungkinan besar seluruh keluarga dan kerabat terlibat secara aktif di dalam pernikahan. Oleh karena itu, pasangan tidak akan merasa berjuang sendirian dalam hubungan yang sudah dijodohkan. Bahkan, orang tua dan kerabat memberi berkah dan niat baik atas pernikahan tersebut.
2. Mendapat Dukungan dari Para Orang Tua
![4 Keuntungan Kalau Kamu Setuju dengan Perjodohan]()
Foto: Scott Webb/Pexels
Setelah menyetujui perjodohan dengan sepenuh hati, orang tua di lingkungan keluarga dan kerabat akan mendukung pasangan secara aktif. Apabila terdapat masalah di antara pasangan, orang tua akan terlibat secara sukarela dan membuat kompromi serta saran untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
Baca Juga: 5 Perbedaan Wedding Agreement The Series dengan Filmnya
3. Memilih Kriteria Pasangan yang Sesuai
![4 Keuntungan Kalau Kamu Setuju dengan Perjodohan]()
Foto:Sandro Crepulja/Pexels
Dalam pernikahan yang dijodohkan, seseorang akan ditanyai kriteria pasangan yang diidamkannya. Keluarga pun akan membantu mencarikan pasangan yang sesuai dengnan kriteria yang diminta.
Baca Juga: 5 Drama Korea Wajib Dipantau Tayang Mei 2022, dari Komedi Romantis hingga Medis-Hukum
4. Punya Harapan Terukur dari Pasangan Hidup
![4 Keuntungan Kalau Kamu Setuju dengan Perjodohan]()
Foto:Min An/Pexels
Pasangan yang bersatu dari perjodohan memiliki keputusan yang rasional dan harapan realistis terhadap pasangan hidupnya. Ini membuat tindakan dan empati kecil pun bisa membuat pasangan merasa bahagia dan rukun satu sama lain, sampai mereka belajar sepenuhnya tentang orang lain dan membangun keluarga.
GenSINDO
Riva Destira Ramadhani
Universitas Negeri Jakarta
Perjodohan, apalagi jika diatur oleh orang tua atau keluarga, juga bisa menciptakan dilema tersendiri buat yang dijodohkan. Meski begitu, bukan berarti perjodohan tidak punya manfaat sama sekali. Berikut ini empat di antaranya yang bisa kamu pertimbangkan.
1. Keterlibatan Keluarga dan Kerabat yang Aktif

Foto:Andrea Piacquadio/Pexels
Dalam proses perjodohan, kemungkinan besar seluruh keluarga dan kerabat terlibat secara aktif di dalam pernikahan. Oleh karena itu, pasangan tidak akan merasa berjuang sendirian dalam hubungan yang sudah dijodohkan. Bahkan, orang tua dan kerabat memberi berkah dan niat baik atas pernikahan tersebut.
2. Mendapat Dukungan dari Para Orang Tua

Foto: Scott Webb/Pexels
Setelah menyetujui perjodohan dengan sepenuh hati, orang tua di lingkungan keluarga dan kerabat akan mendukung pasangan secara aktif. Apabila terdapat masalah di antara pasangan, orang tua akan terlibat secara sukarela dan membuat kompromi serta saran untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
Baca Juga: 5 Perbedaan Wedding Agreement The Series dengan Filmnya
3. Memilih Kriteria Pasangan yang Sesuai

Foto:Sandro Crepulja/Pexels
Dalam pernikahan yang dijodohkan, seseorang akan ditanyai kriteria pasangan yang diidamkannya. Keluarga pun akan membantu mencarikan pasangan yang sesuai dengnan kriteria yang diminta.
Baca Juga: 5 Drama Korea Wajib Dipantau Tayang Mei 2022, dari Komedi Romantis hingga Medis-Hukum
4. Punya Harapan Terukur dari Pasangan Hidup

Foto:Min An/Pexels
Pasangan yang bersatu dari perjodohan memiliki keputusan yang rasional dan harapan realistis terhadap pasangan hidupnya. Ini membuat tindakan dan empati kecil pun bisa membuat pasangan merasa bahagia dan rukun satu sama lain, sampai mereka belajar sepenuhnya tentang orang lain dan membangun keluarga.
GenSINDO
Riva Destira Ramadhani
Universitas Negeri Jakarta
(ita)
Lihat Juga :