Menunggu Lahirnya Web Series Lokal Keren dari Writing Master Class 2022
Senin, 25 April 2022 - 15:00 WIB
loading...
Netflix menggelar program workshop Writing Master Class 2022 dengan mentor penulis serial Joe Peracchio. Netflix
A
A
A
JAKARTA - Netflix bekerja sama dengan Kemendikbudristek, Penulis Indonesia untuk Layar Lebar (PILAR), dan TelkomGroup mengundang penulis skenario Joe Peracchio dan Kim Va-da (Kim Ba-da) sebagai mentor dalam Writing Master Class 2022.
Kelas yang dilakukan secara langsung (offline) di Jakarta ini diadakan pada 18-20 April 2022. Peracchio menjadi mentor utama dalam kelas yang berlangsung sekitar total 10 jam ini. Ia adalah aktor, penulis, serta produser yang ikut terlibat dalam serial populer seperti Deception, The Flash, serta Trojan War. Adapun Kim Va-da, penulis serial Korea My Name, mengisi kelas daring.
Sebagai pesertanya, ada 40 penulis naskah atau praktisi Indonesia yang berasal dari PILAR, beberapa rumah produksi di Indonesia, dan TelkomGroup. Sebagai awalan, mereka diminta menonton sejumlah film klasik dan serial laris seperti Squid Game, Stranger Things, dan The Dark Knight.
Di dalam kelas, Peracchio lantas mengupas secara detail struktur cerita dari tiga film yang berbeda genre, yaitu The Dark Knight, The Godfather, dan Star Wars. Ia lalu mencoba mengembangkannya menjadi sebuah struktur cerita yang bisa dipakai untuk satu musim (season) sebuah serial.
![Menunggu Lahirnya Web Series Lokal Keren dari Writing Master Class 2022]()
Foto: Netflix
“Dua atau tiga jam film bisa dikembangkan menjadi delapan jam serial televisi,” ujarnya saat sesi wawancara roundtable bersama sejumlah jurnalis termasuk SINDOnews.com pada Rabu (20/4).
Dari sini, ia lantas mengulik beberapa serial populer. Selain yang sudah disebutkan di atas, ia juga membahas Breaking Bad, serial Turki Ethos, Daredevil, dan Ozark. Serial-serial ini dipilihnya karena seni penulisan skenarionya serta menyoroti tema yang berbeda.
“Jadi saya membahas cara membuat serial berdurasi satu jam per episode. Mulai dari cara menyusun struktur satu season serial, turun menjadi cara membuat satu episode serial, lalu turun lagi menjadi cara membuat scene yang menarik, dan akhirnya bagaimana menuliskannya di atas kertas,” ungkap Peracchio yang punya rutinitas menulis selama empat jam nonstop setiap hari, setelah bangun pagi.
Detail dalam Visualisasi
Adapun Kim Va-da dalam kelas daring yang diadakan pada Jumat (22/4) selama sekitar 70 menit menceritakan proses kreatifnya saat menulis serial Netflix My Name, juga proses ia menulis skenario serial secara keseluruhan.
Kelas yang dilakukan secara langsung (offline) di Jakarta ini diadakan pada 18-20 April 2022. Peracchio menjadi mentor utama dalam kelas yang berlangsung sekitar total 10 jam ini. Ia adalah aktor, penulis, serta produser yang ikut terlibat dalam serial populer seperti Deception, The Flash, serta Trojan War. Adapun Kim Va-da, penulis serial Korea My Name, mengisi kelas daring.
Sebagai pesertanya, ada 40 penulis naskah atau praktisi Indonesia yang berasal dari PILAR, beberapa rumah produksi di Indonesia, dan TelkomGroup. Sebagai awalan, mereka diminta menonton sejumlah film klasik dan serial laris seperti Squid Game, Stranger Things, dan The Dark Knight.
Di dalam kelas, Peracchio lantas mengupas secara detail struktur cerita dari tiga film yang berbeda genre, yaitu The Dark Knight, The Godfather, dan Star Wars. Ia lalu mencoba mengembangkannya menjadi sebuah struktur cerita yang bisa dipakai untuk satu musim (season) sebuah serial.
.jpg)
Foto: Netflix
“Dua atau tiga jam film bisa dikembangkan menjadi delapan jam serial televisi,” ujarnya saat sesi wawancara roundtable bersama sejumlah jurnalis termasuk SINDOnews.com pada Rabu (20/4).
Dari sini, ia lantas mengulik beberapa serial populer. Selain yang sudah disebutkan di atas, ia juga membahas Breaking Bad, serial Turki Ethos, Daredevil, dan Ozark. Serial-serial ini dipilihnya karena seni penulisan skenarionya serta menyoroti tema yang berbeda.
“Jadi saya membahas cara membuat serial berdurasi satu jam per episode. Mulai dari cara menyusun struktur satu season serial, turun menjadi cara membuat satu episode serial, lalu turun lagi menjadi cara membuat scene yang menarik, dan akhirnya bagaimana menuliskannya di atas kertas,” ungkap Peracchio yang punya rutinitas menulis selama empat jam nonstop setiap hari, setelah bangun pagi.
Detail dalam Visualisasi
Adapun Kim Va-da dalam kelas daring yang diadakan pada Jumat (22/4) selama sekitar 70 menit menceritakan proses kreatifnya saat menulis serial Netflix My Name, juga proses ia menulis skenario serial secara keseluruhan.
Lihat Juga :