Menggunakan Ponsel di KRL Bisa Meningkatkan Potensi Penularan Covid-19
Sabtu, 20 Juni 2020 - 09:26 WIB
loading...
Waspada menggunakan ponsel di Kereta Rel Listrik. Pasalnya bisa meningkatkan potensi penularan covid-19. Hal itu diungkap dokter Junior Doctor Network, dr. Edward Faisal. Foto/Sindonews.
A
A
A
JAKARTA - Penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuterline dibatasi dan diperketat dengan protokol kesehatan. Hal ini sebagai upaya pencegahan penularan virus corona. Di sisi lain, waktu operasional juga telah disesuaikan untuk menghindari terjadinya lonjakan penumpang.
Pada penerapan protokol kesehatan di dalam KRL, menjaga jarak atar penumpang dan menggunakan masker menjadi aturan yang diwajibkan. Hal ini dimaksudkan agar penularan virus melalui droplet dapat dihindari.
Selain itu, aturan yang juga dianjurkan adalah tidak memainkan gawai seperti handphone dan tablet. Pasalnya, perangkat tersebut berpotensi tercemar oleh virus.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Junior Doctor Network, dr. Edward Faisal, Sp.PD mengatakan bahwa sejumlah virus, termasuk virus corona baru yang menempel pada gawai dapat bertahan selama lima hari. (Baca juga: Ingin Hilangkan Virus dari Luar Rumah, Cucilah Pakaian hingga Bersih ).
"Saat virus nempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah," kata dokter Edward dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (17/6).
Menurut dr. Edward, virus yang dapat menempel di gawai berasal dari bermacam-macam faktor. Salah satunya penularan atau pencemaran lebih banyak berasal dari tangan penggunanya yang sebelumnya tercemar.
Dalam hal ini, pencemaran virus ke gawai juga dapat berasal dari percikan droplet dari para pengguna KRL. Sebab, droplet dapat keluar ketika berbicara, jika tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.
Pada penerapan protokol kesehatan di dalam KRL, menjaga jarak atar penumpang dan menggunakan masker menjadi aturan yang diwajibkan. Hal ini dimaksudkan agar penularan virus melalui droplet dapat dihindari.
Selain itu, aturan yang juga dianjurkan adalah tidak memainkan gawai seperti handphone dan tablet. Pasalnya, perangkat tersebut berpotensi tercemar oleh virus.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Junior Doctor Network, dr. Edward Faisal, Sp.PD mengatakan bahwa sejumlah virus, termasuk virus corona baru yang menempel pada gawai dapat bertahan selama lima hari. (Baca juga: Ingin Hilangkan Virus dari Luar Rumah, Cucilah Pakaian hingga Bersih ).
"Saat virus nempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah," kata dokter Edward dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (17/6).
Menurut dr. Edward, virus yang dapat menempel di gawai berasal dari bermacam-macam faktor. Salah satunya penularan atau pencemaran lebih banyak berasal dari tangan penggunanya yang sebelumnya tercemar.
Dalam hal ini, pencemaran virus ke gawai juga dapat berasal dari percikan droplet dari para pengguna KRL. Sebab, droplet dapat keluar ketika berbicara, jika tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.
Lihat Juga :