alexametrics

Koleksi Baru Legiteamate: Sensitive Content

loading...
Koleksi Baru Legiteamate: Sensitive Content
Brand in-house milik The F Thing, Legiteamate, baru saja memperkenalkan koleksi terbarunya, Sensitive Content. Hal ini seiring era digital yang semakin mempengaruhi kehidupan. Foto/The F Thing.
A+ A-
JAKARTA - Brand in-house milik The F Thing, Legiteamate, just launched a new capsule collection called ‘Sensitive Content’. Seiring berkembangnya jaman, era digital semakin mempengaruhi kehidupan, salah satu dampak dari digitalisasi adalah social media.

Kepemilikan media sosial sudah tak terbatas pada kaum menengah ke atas yang memiliki akses internet dan perangkat yang mendukung, juga nggak terbatas umur, jenis kelamin, ataupun suku.

Hari gini, rata-rata orang pasti punya lebih dari satu medsos, dan ini sudah diselidiki oleh guru besar Pitt’s Honors College asal Pittsburgh, AS.



Seperti dilansir The F Thing, berdasarkan risetnya dengan tim University of Pittsburgh Center for Research on Media Technology and Health (MTH) di American Journal of Health Promotion, mereka menyadari kemungkinan adanya pengaruh antara penggunaan jumlah media sosial yang dimiliki tiap orang dengan depresi dan kecemasan.

Dari hasil penelitian tersebut, memang terlihat bahwa medsos membuat mentalitas menjadi rentan akan kecemasan. Sekarang gini aja, ketika kamu terekpos banyak informasi dalam hitungan menit, it’s no wonder that we often become fragile and think negatively, terutama yang berusia muda. (Baca juga: Langkah-Langkah Mudah Merawat Rambut di Rumah Sendiri).

Dari data analisis, mereka yang memiliki lebih dari 7 – 11 akun medsos punya potensi 3x lebih besar mengalami stres atau depresi. That they think of what they see as a social standard and reflect to themselves—what’s worse is that these exposures make them think they they have to have/look/own/be like others. (Baca juga: Potret Gaya Rambut Yoona SNSD yang Menggemaskan).

Hal inilah yang ingin Legiteamate highlight, medsos dan isinya adalah sesuatu yang sensitif; meaning that what you see has to be filtered first by you and then translate to the feasibility aspect in your life.

So far, the negative effects are as followed:
1. Comparing our life with the other
2. FOMO: Fear of missing out
3. Semua demi pencitraan
4. Cepat berubah haluan, in 5 minutes you wanted A, 5 minutes later you want B. You think so much about you want instead of doing it, so you become less productive and talk only
5. Fragile mentality; dengan banyaknya konten grafik yang mengarah ke NSFW, kekerasan, atau cyber bullying, kamu menjadi individu yang rapuh

Life is only lived once (well, unless you’re a cat), you own it to yourself to make the best of every moment. Bijaklah terhadap semua eksposur yang ada di medsos. Lepaskan diri sendiri dari segala bentuk label.
(tdy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak