RSPI Sulianti Saroso Pastikan 7 Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Negatif Covid-19
Jum'at, 13 Mei 2022 - 15:51 WIB
loading...
RSPI Sulianti Saroso memastikan 7 kasus hepatitis akut di Indonesia negatif Covid-19. Berdasarkan laporan, pasien tidak berkaitan atau terdiagnosis Covid-19. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - RSPI Sulianti Saroso memastikan 7 kasus hepatitis akut di Indonesia negatif Covid-19 . Berdasarkan laporan yang ada, seluruh pasien tidak berkaitan atau terdiagnosis Covid-19.
Sementara itu, mayoritas pasien hepatitis akut paling banyak berdomisili di DKI Jakarta. Dengan usia yang juga didominasi anak 5 sampai 9 tahun.
"Dari laporan yang saya sampaikan tidak ada kaitannya atau terdiagnosis positif Covid-19," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Prof Dr. Mohammad Syahril saat webinar, Jumat (13/5/2022).
"Paling banyak berdomisili di DKI Jakarta sebanyak 12 orang. 0 - 4 tahun 4 orang, 5 - 9 tahun 6 orang, 10 - 14 tahun 4 orang, 15 - 20 tahun 4 orang," tambahnya.
Baca Juga: Meski Penularannya Tidak Secepat Covid-19, Masyarakat Diimbau Tetap Waspadai Hepatitis Misterius
Sementara itu, mayoritas pasien hepatitis akut paling banyak berdomisili di DKI Jakarta. Dengan usia yang juga didominasi anak 5 sampai 9 tahun.
"Dari laporan yang saya sampaikan tidak ada kaitannya atau terdiagnosis positif Covid-19," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Prof Dr. Mohammad Syahril saat webinar, Jumat (13/5/2022).
"Paling banyak berdomisili di DKI Jakarta sebanyak 12 orang. 0 - 4 tahun 4 orang, 5 - 9 tahun 6 orang, 10 - 14 tahun 4 orang, 15 - 20 tahun 4 orang," tambahnya.
Baca Juga: Meski Penularannya Tidak Secepat Covid-19, Masyarakat Diimbau Tetap Waspadai Hepatitis Misterius
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid memastikan bahwa jumlah kasus hapatitis akut tercatat sebanyak 18 orang. Di mana dari 18 kasus tersebut, ada 9 kasus yang masih pending klarifikasi.
Sementara, sebanyak 7 kasus ditemukan bergejala hepatitis berat dan 2 kasus dalam pemeriksaan laboratorium. "Masih 18 dengan gejala dugaan hepatitis akut berat," jelas Siti Nadia.
"Saat ini dengan 9 kasus pending klasifikasi, 7 kasus gejala hepatitis berat dan 2 dalam pemeriksaan lab," tutup Siti Nadia.
Baca Juga: Sudah Makan Korban 7 Anak di Indonesia, Akankah Hepatitis Akut Misterius Jadi Pandemi Baru?
(dra)