Pandemi Covid-19 Perparah Kondisi Mental: 1 dari 5 Orang Terpikir Akhiri Hidup
Sabtu, 14 Mei 2022 - 17:16 WIB
loading...
Dalam kasus yang ditemukan, terdapat kelompok yang berbeda-beda, dan memiliki penatalaksanaan yang berbeda pula. / Foto: ilustrasi/medpagetoday
A
A
A
JAKARTA - Kondisi pandemi Covid-19 diketahui semakin memperparah kondisi mental seseorang. Sebagian orang mengalami masalah gangguan mental neurologis.
"Kondisi pandemi (Covid-19) memperparah ataupun semakin memengaruhi kesehatan jiwa ," tegas Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan, drg. Vensya Sitohang, yang dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (14/5/2022).
Dalam kasus yang ditemukan, terdapat kelompok yang berbeda-beda, dan memiliki penatalaksanaan yang berbeda pula.
Baca juga: Aurel Hermansyah Dapat Sandal Baru, Atta Halilintar: Dikasih Siapa?
Kelompok pertama adalah mereka sebenarnya normal sebelumnya, atau tidak ada masalah kesehatan jiwa, kemudian memiliki masalah sampai mengalami gangguan jiwa.
Kelompok kedua, yakni mereka yang memang sejak awal sudah mengalami masalah kesehatan jiwa. Sebagai contoh, mereka yang sudah tinggal dengan kekerasan di dalam rumah tangga. Dekat dengan pelakunya terus-menerus di rumah, maka masalah gangguan jiwa menjadi lebih besar.
Selanjutnya, kelompok ketiga, mereka yang sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan fisik dan mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan. Sehingga sangat wajar, kalau merasa cemas kemudian kankernya tambah berat, hipertensi, jantung, dan sebagainya menjadi berat.
"Kondisi pandemi (Covid-19) memperparah ataupun semakin memengaruhi kesehatan jiwa ," tegas Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan, drg. Vensya Sitohang, yang dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (14/5/2022).
Dalam kasus yang ditemukan, terdapat kelompok yang berbeda-beda, dan memiliki penatalaksanaan yang berbeda pula.
Baca juga: Aurel Hermansyah Dapat Sandal Baru, Atta Halilintar: Dikasih Siapa?
Kelompok pertama adalah mereka sebenarnya normal sebelumnya, atau tidak ada masalah kesehatan jiwa, kemudian memiliki masalah sampai mengalami gangguan jiwa.
Kelompok kedua, yakni mereka yang memang sejak awal sudah mengalami masalah kesehatan jiwa. Sebagai contoh, mereka yang sudah tinggal dengan kekerasan di dalam rumah tangga. Dekat dengan pelakunya terus-menerus di rumah, maka masalah gangguan jiwa menjadi lebih besar.
Selanjutnya, kelompok ketiga, mereka yang sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan fisik dan mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan. Sehingga sangat wajar, kalau merasa cemas kemudian kankernya tambah berat, hipertensi, jantung, dan sebagainya menjadi berat.
Lihat Juga :