Dunia Bersiaga Hadapi Dampak Serius Hepatitis Akut
Kamis, 19 Mei 2022 - 14:20 WIB
loading...
Hepatitis misterius akut sedang menghantui dunia. Simak update beritanya di News RCTI+. Foto/RCTI+
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat dunia saat ini sedang bersiaga dalam menghadapi menyebarnya penyakit hepatitis akut yang kini sudah ada di 20 negara. Mereka khawatir hepatitis akut ini bakal menyusul menjadi pandemi seperti Covid-19. Penyakit ini bahkan sudah menyebar di Indonesia dengan 18 kasus dan 7 orang diantaranya meninggal dunia. News RCTI+ terus mengupdate setiap perkembangan penting dari kemunculan hepatitis misterius ini.
Ancaman Covid-19 boleh dikatakan sudah mulai berkurang. Hal ini bisa ditandai dengan semakin melandainya jumlah kasus Covid-19 yang tidak saja terjadi di Indonesia tapi juga secara global di seluruh dunia. Cukup melegakan. Apalagi, Indonesia saat ini sedang terjadi transisi dari pandemi menuju ke endemi Covid-19. Namun, dalam sebulan terakhir ini masyarakat dunia kembali dikejutkan dengan munculnya penyakit baru yang tidak kalah ganasnya, yaitu hepatitis akut.
Penyakit ini memang secara spesifik belum memiliki nama khusus karena sampai saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti. Gejalanya seperti penyakit hepatitis namun penyebabnya bukan disebabkan oleh virus hepatitis. Bahkan, ada yang menyebut penyakit ini sebagai hepatitis misterius. Keberadaan penyakit ini tak bisa dianggap sebelah mata. Karena sejak kemunculan pertamanya di Inggris Raya pada 5 April 2022, penyebarannya terus meluas ke seluruh dunia dan cukup mematikan. Menurut data Kementerian Kesehatan per 13 Mei 2022 lalu, sudah ada 20 negara dengan jumlah kasus 228 orang terdeteksi mengidap penyakit tersebut.
Bagaimana di Indonesia? Kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Kemenkes mencatat sampai pertengahan Mei ini, sudah ada 18 orang yang terdeteksi terjangkit hepatitis akut. Dimana, 9 kasus masuk pending classification, tujuh discarded, satu dalam proses verifikasi dan satu probable. Kasus ini menyebar di sejumlah daerah mulai Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. DKI Jakarta tercatat sebagai paling banyak dengan 12 kasus. Yang menjadi perhatian serius adalah 7 dari 18 orang yang terdeteksi hepatitis akut ini meninggal dunia.
Baca Juga : Sudah Sembuh, 4 Pasien Hepatitis Akut Dipulangkan dan Takkan Menulari Orang Lain
Selain itu, dari kasus yang ditemukan penyakit ini menyerang pasien dengan rentang usia antara 0 hingga 20 tahun. Gejala yang muncul diantaranya sakit perut, mual, muntah, diare. Gejala bisa berlanjut sampai air seni berwarna pekat, BAB putih pucat, kulit dan mata kuning hingga penurunan kesadaran. Pasien yang meninggal rata-rata dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan yang sangat parah sehingga tidak tertolong lagi.
Ancaman Covid-19 boleh dikatakan sudah mulai berkurang. Hal ini bisa ditandai dengan semakin melandainya jumlah kasus Covid-19 yang tidak saja terjadi di Indonesia tapi juga secara global di seluruh dunia. Cukup melegakan. Apalagi, Indonesia saat ini sedang terjadi transisi dari pandemi menuju ke endemi Covid-19. Namun, dalam sebulan terakhir ini masyarakat dunia kembali dikejutkan dengan munculnya penyakit baru yang tidak kalah ganasnya, yaitu hepatitis akut.
Penyakit ini memang secara spesifik belum memiliki nama khusus karena sampai saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti. Gejalanya seperti penyakit hepatitis namun penyebabnya bukan disebabkan oleh virus hepatitis. Bahkan, ada yang menyebut penyakit ini sebagai hepatitis misterius. Keberadaan penyakit ini tak bisa dianggap sebelah mata. Karena sejak kemunculan pertamanya di Inggris Raya pada 5 April 2022, penyebarannya terus meluas ke seluruh dunia dan cukup mematikan. Menurut data Kementerian Kesehatan per 13 Mei 2022 lalu, sudah ada 20 negara dengan jumlah kasus 228 orang terdeteksi mengidap penyakit tersebut.
Bagaimana di Indonesia? Kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Kemenkes mencatat sampai pertengahan Mei ini, sudah ada 18 orang yang terdeteksi terjangkit hepatitis akut. Dimana, 9 kasus masuk pending classification, tujuh discarded, satu dalam proses verifikasi dan satu probable. Kasus ini menyebar di sejumlah daerah mulai Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. DKI Jakarta tercatat sebagai paling banyak dengan 12 kasus. Yang menjadi perhatian serius adalah 7 dari 18 orang yang terdeteksi hepatitis akut ini meninggal dunia.
Baca Juga : Sudah Sembuh, 4 Pasien Hepatitis Akut Dipulangkan dan Takkan Menulari Orang Lain
Selain itu, dari kasus yang ditemukan penyakit ini menyerang pasien dengan rentang usia antara 0 hingga 20 tahun. Gejala yang muncul diantaranya sakit perut, mual, muntah, diare. Gejala bisa berlanjut sampai air seni berwarna pekat, BAB putih pucat, kulit dan mata kuning hingga penurunan kesadaran. Pasien yang meninggal rata-rata dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan yang sangat parah sehingga tidak tertolong lagi.
Lihat Juga :