Jangan Anggap Sepele Dampak Game, Orang Tua Harus Lebih Mewaspadai Anak-anaknya

Jum'at, 20 Mei 2022 - 03:47 WIB
loading...
Jangan Anggap Sepele...
Faktanya saat ini, game yang seharusnya dimainkan orang dewasa justru banyak dimainkan remaja bahkan anak-anak. / Foto: ilustrasi/The Asian Parent
A A A
JAKARTA - Belum lama ini, viral video yang memperlihatkan kebrutalan seseorang yang menembakkan senjata api ke sejumlah orang. Insiden penembakan massal itu terjadi di Buffalo, New York, Amerika Serikat (AS).

Mirisnya, aksi penembakan itu ditayangkan langsung via media sosial. Aksi penembakan dengan motif rasisme itu menewaskan 10 orang dari 13 korban.

Dalam video terlihat pelaku mengemudikan mobil dan parkir di Buffalo Tops Supermarket. Remaja pria berusia 18 tahun itu turun dari mobil dan menembak siapa saja yang terlihat.

Baca juga: Vokalis Maliq & D'Essentials Puas Orkes Semesta Mampu Dieksekusi dengan Baik

Hal tersebut mengundang banyak kekhawatiran, di mana khususnya bagi anak-anak yang sering bermain game tembak-tembakan seperti Mobile Legend, PUBG, dan sejenisnya.

Melihat fenomena itu, psikolog klinis Meity Arianty mengatakan, umumnya game dimainkan orang dewasa karena dianggap sudah mampu memilah, serta mengontrol diri yang menjadikan permainan virtual tersebut sebagai hiburan.

Sayangnya, faktanya saat ini, game yang diperuntukkan orang dewasa itu justru banyak dimainkan remaja bahkan anak-anak.

"Banyak hal yang membuat hal tersebut terjadi. Selain karena anak sekarang lebih mudah mengakses teknologi, namun biasanya yang sering terjadi adalah karena lengahnya pengawasan orangtua," paparnya saat dihubungi MNC Portal, baru-baru ini.

Pada dasarnya, menurut dia, peran orang tua memang sudah melakukan hal semaksimal mungkin, yakni dalam mengawasi anak-anaknya. Hanya sangat disayangkan, jika ada orang tua yang memberikan kelonggaran kepada anaknya bermain game, dengan alasan sebagai hiburan atau media mengekspresikan diri.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan tanpa diimbangi pengawasan yang maksimal, dan seringkali orang tua menganggap sepele akan dampak game. Namun jika sudah terjadi sesuatu kepada anaknya orang tua akhirnya bingung, marah dan malah menyalahkan.

Meity menambahkan bahwa game dapat menjadi hiburan dan bermanfaat jika ditempatkan sesuai porsinya. Misalnya, anak dapat belajar bahasa Inggris melalui game, koordinasi tangan dan mata, belajar kompetisi, menumbuhkan motivasi dan dapat menjadi proses belajar bagi anak.

Akan tetapi hal tersebut dapat terjadi apabila orang tua memainkan perannya dalam pengawasan. Misal orang tua tahu game apa yang dimainkan oleh anak, mengecek apakah ada unsur kekerasan atau pornografi.

"Orang tua dapat mengondisikan apakah game atau tontonan tersebut dapat bermanfaat bagi anak atau malah justru kebalikannya," ucapnya.

Baca juga: Tak Temui Kendala Berarti, Nara Nugroho Senang Garap Orkes Semesta

Selain itu, orang tua harus melek informasi agar dapat mengimbangi anak yang perkembangan pengetahuannya terhadap teknologi semakin pesat dan cepat. Maka orang tua juga harus waspada terhadap kemajuan zaman yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak kelak.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Jerinx SID Curhat Ingin...
Jerinx SID Curhat Ingin Punya Anak di Usia 50 Tahun, Netizen Ramai Beri Dukungan
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Dewi Persik Bongkar...
Dewi Persik Bongkar Alasan Tak Tegur Aldi Taher Lewat WA soal Felice Gabriel
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Rekomendasi
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved