IDENTIX by Irma Susanti Optimis Rambah Pasar Timur Tengah
Rabu, 25 Mei 2022 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
Sejak didirikan pada 2018, IDENTIX yang merupakan singkatan dari Irma Desain Batik, konsisten melakukan pengembangan wastra batik kontemporer sehingga dapat diterima secara universal, baik pasar di tanah air maupun mancanegara. IDENTIX hadir sebagai bentuk upaya konkret Irma dalam menyikapi klaim batik sebagai warisan budaya oleh negara Malaysia.
Dari pengalaman mendaki gunung Merapi, Irma terkesan dengan pemandangan alamnya yang kemudian dijadikan inspirasi pembuatan koleksi modest wear ini. Dengan mengangkat tema “Warna-warni”, Irma mengekspos keindahan warna alam yang memiliki makna filosofis.
“Warna lava dan magma akibat erupsi gunung berapi yang identik dengan warna oranye kemerahan dipilih untuk koleksi ini. Warna tersebut dimaknai sebagai semangat kebangkitan setelah dilanda pandemi. Dipadukan warna hijau dengan makna alam yang kembali indah dan asri, setelah bencana alam yang terjadi,” papar Irma Susanti, pendiri IDENTIX.
Palet warna oranye kemerahan yang dipadankan secara apik dengan warna hijau tampak mendominasi koleksi ini. Tak lepas pula dari sentuhan wastra batik yang menjadi identitas dari IDENTIX yaitu batik tulis dan tenun yang diaplikasikan dengan batik.
Motif dan warna batik yang digunakan pada koleksi ini merupakan hasil kreativitas Irma dalam mengembangkan inspirasi dari aurora borealis, fenomena alam yang terjadi di negaraAntartika. Gradasi cahaya warna di atmosfer dari fenomena aurora borealis dituangkan dalam motif dan warna batik yang inovatif dengan tampilan gradasi warna oranye, merah, biru, ungu, dan kuning.
Inspirasi tersebut dikombinasikan dengan ragam hias Nusantara, mulai dari motif batik klasik seperti mega mendung dan kawung serta corak khas Kalimantan sehingga menciptakan hasil akhir motif batik bernuansa kontemporer. Motif khas Kalimantan turut diaplikasikan dalam bentuk perca yang menjadi ornamen berbeda pada busana ini.
Dari pengalaman mendaki gunung Merapi, Irma terkesan dengan pemandangan alamnya yang kemudian dijadikan inspirasi pembuatan koleksi modest wear ini. Dengan mengangkat tema “Warna-warni”, Irma mengekspos keindahan warna alam yang memiliki makna filosofis.
“Warna lava dan magma akibat erupsi gunung berapi yang identik dengan warna oranye kemerahan dipilih untuk koleksi ini. Warna tersebut dimaknai sebagai semangat kebangkitan setelah dilanda pandemi. Dipadukan warna hijau dengan makna alam yang kembali indah dan asri, setelah bencana alam yang terjadi,” papar Irma Susanti, pendiri IDENTIX.
Palet warna oranye kemerahan yang dipadankan secara apik dengan warna hijau tampak mendominasi koleksi ini. Tak lepas pula dari sentuhan wastra batik yang menjadi identitas dari IDENTIX yaitu batik tulis dan tenun yang diaplikasikan dengan batik.
Motif dan warna batik yang digunakan pada koleksi ini merupakan hasil kreativitas Irma dalam mengembangkan inspirasi dari aurora borealis, fenomena alam yang terjadi di negaraAntartika. Gradasi cahaya warna di atmosfer dari fenomena aurora borealis dituangkan dalam motif dan warna batik yang inovatif dengan tampilan gradasi warna oranye, merah, biru, ungu, dan kuning.
Inspirasi tersebut dikombinasikan dengan ragam hias Nusantara, mulai dari motif batik klasik seperti mega mendung dan kawung serta corak khas Kalimantan sehingga menciptakan hasil akhir motif batik bernuansa kontemporer. Motif khas Kalimantan turut diaplikasikan dalam bentuk perca yang menjadi ornamen berbeda pada busana ini.
Lihat Juga :