Review Film Top Gun: Maverick
Rabu, 25 Mei 2022 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tips Nonton Top Gun 2 Buat yang Belum Menonton Film Pertamanya
Tim produksi menempatkan berbagai kamera di dalam cockpit agar bisa menangkap ekspresi pemain dan suasana asli di udara. Para pemain bahkan harus belajar sinematografi singkat karena mereka harus bisa merekam adegan mereka sendiri saat berada di atas pesawat tanpa kru film.
![Review Film Top Gun: Maverick]()
Foto: Paramount Pictures
Ini jauh berbeda dengan Top Gun versi 1986 saat Tom dan para pemainnya hanya berpura-pura terbang dan berada di atas langit. Jadi, kalau kamu sudah hafal betul kualitas adegan-adegan laga dari film-film yang dibintangi Tom Cruise, tak perlu lagi meragukan keseruan adegan laga Top Gun: Maverick. Menontonnya di studio IMAX akan membuat pengalaman menonton lebih terasa spektakuler.
Cerita yang Penuh Nostalgia, juga Kuat
Soal cerita, Tom Cruise juga tak berbohong saat ia mengatakan dirinya hanya mau kembali menjadi Maverick kalau ceritanya tepat. Seperti bisa ditebak, Maverick kini menjadi instruktur di sekolah Top Gun. Namun alasan penempatannya itu yang mungkin tak diduga penonton film pertamanya.
Setelah puluhan tahun, karier Maverick ternyata mandek. Dari letnan, kini ia baru menjadi kapten. Sementara Iceman (Val Kilmer), rekan seangkatannya, sudah menjadi jenderal bintang empat sekaligus pemimpin U.S. Pacific Fleet. Iceman lah yang memerintahkan agar Maverick menjadi pengajar, meski bawahannya tak suka dengan reputasi Maverick selama ini.
Penyebabnya apalagi kalau bukan berbagai masalah yang kerap ditimbulkan Maverick. Ya, Maverick memang tidak berubah sama sekali. Ia tetap jadi sosok pembangkang yang senang melanggar aturan. Ini pun langsung tergambar dalam adegan pembuka Top Gun: Maverick, dan terus terjadi sepanjang film.
Namun justru itulah yang membuat ia yakin bahwa misi mustahilnya bersama para muridnya bisa berhasil. Misi mustahil itu adalah menghancurkan fasilitas uranium bawah tanah milik musuh (tanpa diketahui identitas negaranya).
![Review Film Top Gun: Maverick]()
Foto: Paramount Pictures
Fasilitas itu tersembunyi di dalam ngarai pegunungan, yang untuk mencapainya tanpa ketahuan, mereka harus terbang jauh di bawah batas normal, dan misinya harus selesai dalam waktu kurang dari tiga menit.
Tim produksi menempatkan berbagai kamera di dalam cockpit agar bisa menangkap ekspresi pemain dan suasana asli di udara. Para pemain bahkan harus belajar sinematografi singkat karena mereka harus bisa merekam adegan mereka sendiri saat berada di atas pesawat tanpa kru film.

Foto: Paramount Pictures
Ini jauh berbeda dengan Top Gun versi 1986 saat Tom dan para pemainnya hanya berpura-pura terbang dan berada di atas langit. Jadi, kalau kamu sudah hafal betul kualitas adegan-adegan laga dari film-film yang dibintangi Tom Cruise, tak perlu lagi meragukan keseruan adegan laga Top Gun: Maverick. Menontonnya di studio IMAX akan membuat pengalaman menonton lebih terasa spektakuler.
Cerita yang Penuh Nostalgia, juga Kuat
Soal cerita, Tom Cruise juga tak berbohong saat ia mengatakan dirinya hanya mau kembali menjadi Maverick kalau ceritanya tepat. Seperti bisa ditebak, Maverick kini menjadi instruktur di sekolah Top Gun. Namun alasan penempatannya itu yang mungkin tak diduga penonton film pertamanya.
Setelah puluhan tahun, karier Maverick ternyata mandek. Dari letnan, kini ia baru menjadi kapten. Sementara Iceman (Val Kilmer), rekan seangkatannya, sudah menjadi jenderal bintang empat sekaligus pemimpin U.S. Pacific Fleet. Iceman lah yang memerintahkan agar Maverick menjadi pengajar, meski bawahannya tak suka dengan reputasi Maverick selama ini.
Penyebabnya apalagi kalau bukan berbagai masalah yang kerap ditimbulkan Maverick. Ya, Maverick memang tidak berubah sama sekali. Ia tetap jadi sosok pembangkang yang senang melanggar aturan. Ini pun langsung tergambar dalam adegan pembuka Top Gun: Maverick, dan terus terjadi sepanjang film.
Namun justru itulah yang membuat ia yakin bahwa misi mustahilnya bersama para muridnya bisa berhasil. Misi mustahil itu adalah menghancurkan fasilitas uranium bawah tanah milik musuh (tanpa diketahui identitas negaranya).

Foto: Paramount Pictures
Fasilitas itu tersembunyi di dalam ngarai pegunungan, yang untuk mencapainya tanpa ketahuan, mereka harus terbang jauh di bawah batas normal, dan misinya harus selesai dalam waktu kurang dari tiga menit.
Lihat Juga :