Luncurkan Program Carbon Foot Print Calculator, Sandiaga Uno: Kita Harus Bergerak Cepat
Senin, 30 Mei 2022 - 20:38 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno terus berupaya membuat inovasi baru demi meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya di Indonesia. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno terus berupaya membuat inovasi baru demi meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya di Indonesia.
Baru-baru ini, Kemenparekraf meluncurkan program Carbon Foot Print Calculator (CFPC). Sandiaga Uno mengatakan program carbon offset ini merupakan upaya untuk berkontribusi menyeimbangkan nilai emisi yang dihasilkan dari aktivitas pariwisata dunia.
Menurut data dari Dewan Nasional Perubahan Iklim Indonesia, sektor pariwisata menyumbang 50 persen emisi dunia.
"Banyak negara yang sudah melakukan standarisasi pemakaian energi dan jejak karbon di semua industri oleh karena itu kita harus bergerak cepat," ucap Sandi dalam Weekly Press Briefing, Senin (30/5/2022).
Baca Juga: Sandiaga Uno Berharap Program #BeliKreatifDanauToba Untungkan Masyarakat
">Baru-baru ini, Kemenparekraf meluncurkan program Carbon Foot Print Calculator (CFPC). Sandiaga Uno mengatakan program carbon offset ini merupakan upaya untuk berkontribusi menyeimbangkan nilai emisi yang dihasilkan dari aktivitas pariwisata dunia.
Menurut data dari Dewan Nasional Perubahan Iklim Indonesia, sektor pariwisata menyumbang 50 persen emisi dunia.
"Banyak negara yang sudah melakukan standarisasi pemakaian energi dan jejak karbon di semua industri oleh karena itu kita harus bergerak cepat," ucap Sandi dalam Weekly Press Briefing, Senin (30/5/2022).
Baca Juga: Sandiaga Uno Berharap Program #BeliKreatifDanauToba Untungkan Masyarakat
Carbon Foot Print Calculator (CFPC) ini juga sebuah upaya untuk menyerap jejak karbon yang dihasilkan industri pariwisata demi membantu mencegah dampak buruk pada iklim. Dan carbon calculator itu digunakan untuk menghitung berapa besar emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas seorang wisatawan di tempat destinasi yang dituju.
Sandi pun memberi contoh, misalnya seseorang berada di New York kemudian ingin mengunjungi temannya di Bali. Perjalanan ke Bali dilakukan menggunakan pesawat kelas ekonomi, sehingga orang tersebut harus menanam pohon sebanyak 20.
"Nanti wisatawan itu diberikan opsi seperti menanam mangrove mungkin di Desa Wisata Pemuteran di Buleleng, Kecamatan Gerokgak, atau bisa menanam pohon di Danau Batur. Nah inilah program kita untuk melakukan offset atau donasi lewat penanaman pohon dan kegiatan lainnya," tutur Sandiaga.