10 Film Anime Populer Ini Sebaiknya Tidak Ditonton Anak-Anak
Selasa, 31 Mei 2022 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
3. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Mugen Train
![10 Film Anime Populer Ini Sebaiknya Tidak Ditonton Anak-Anak]()
Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba adalah salah satu franchise anime terpopuler saat ini dengan anak-anak kecil pun suka. Dengan demikian, mudah untuk mengasumsikan kalau film layar lebarnya pun sempurna bagi anak-anak. Tapi, bagi mereka yang memang memperhatikan kesehatan mental anak mereka, harus hati-hati.
Meski film ini seru, film ini mengandung kekerasan dan adegan yang menganggu. Meski gore-nya sedikit, bunuh diri tampil menonjol di film ini. Bunuh diri juga dipakai untuk bisa bebas dari mantra Enmu. Sementara sebagian adegan yang lebih intensif ini tidak punya banyak pengaruh bagi orang dewasa atau remaja, tapi sebagian besar kematian, darah, dan bunuh diri sepertinya berlebihan bagi anak-anak.
2. Perfect Blue
![10 Film Anime Populer Ini Sebaiknya Tidak Ditonton Anak-Anak]()
Film karya Satoshi Kon ini dianggap sebagai salah satu masterpiece-nya. Siapa pun yang tahu tentang film-filmnya tahu kalau film ini tidak untuk semua orang, terutama anak-anak. Seperti semua karyanya, film ini dipenuhi tema psikologis, horor, dan banyak gambar mengganggu yang bahkan orang dewasa pun tidak tahan menontonnya.
Film ini menampilkan kekerasan dan gore intensif. Selain itu, ada juga adegan berdarah-darah, ketelanjangan, kematian, dan penggambaran penyerangan. Sementara film ini adalah thriller indah dan sepertinya merupakan contoh terbaik kejeniusan Satoshi Kon, ini bukanlah film untuk yang lemah jantung. Terlebih untuk anak-anak.
Baca Juga: 7 Karakter Anime yang Pernah Bangkit dari Kematian
1. Grave of the Fireflies
![10 Film Anime Populer Ini Sebaiknya Tidak Ditonton Anak-Anak]()
Karya Studio Ghibli sering diasosiasikan dengan dunia ajaib, warna yang ceria, dan karakter yang bahagia. Sebagian film mereka jelas ramah keluarga. Tapi, tidak semua film Ghibli ini oke untuk ditonton anak-anak. Grave of the Fireflies terkenal atas cerita menyedihkan mengenai dua orang bersaudara yang berjuang untuk bertahan hidup di Jepang yang tercerai berai akibat perang.
Film ini tidak menahan dirinya untuk menunjukkan sisi buruk perang. Film ini menggambarkan kehancuran dan kedukaan secara grafis akibat perang itu. Banyak orang dewasa yang pernah menontonnya tidak mau lagi menonton lagi karena betapa menyedihkannya film itu dari awal sampai akhir. Dengan salah satu ending paling menyedihkan dalam sejarah Ghibli, mustahil bagi ana-anak bisa tahan menontonnya.

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba adalah salah satu franchise anime terpopuler saat ini dengan anak-anak kecil pun suka. Dengan demikian, mudah untuk mengasumsikan kalau film layar lebarnya pun sempurna bagi anak-anak. Tapi, bagi mereka yang memang memperhatikan kesehatan mental anak mereka, harus hati-hati.
Meski film ini seru, film ini mengandung kekerasan dan adegan yang menganggu. Meski gore-nya sedikit, bunuh diri tampil menonjol di film ini. Bunuh diri juga dipakai untuk bisa bebas dari mantra Enmu. Sementara sebagian adegan yang lebih intensif ini tidak punya banyak pengaruh bagi orang dewasa atau remaja, tapi sebagian besar kematian, darah, dan bunuh diri sepertinya berlebihan bagi anak-anak.
2. Perfect Blue

Film karya Satoshi Kon ini dianggap sebagai salah satu masterpiece-nya. Siapa pun yang tahu tentang film-filmnya tahu kalau film ini tidak untuk semua orang, terutama anak-anak. Seperti semua karyanya, film ini dipenuhi tema psikologis, horor, dan banyak gambar mengganggu yang bahkan orang dewasa pun tidak tahan menontonnya.
Film ini menampilkan kekerasan dan gore intensif. Selain itu, ada juga adegan berdarah-darah, ketelanjangan, kematian, dan penggambaran penyerangan. Sementara film ini adalah thriller indah dan sepertinya merupakan contoh terbaik kejeniusan Satoshi Kon, ini bukanlah film untuk yang lemah jantung. Terlebih untuk anak-anak.
Baca Juga: 7 Karakter Anime yang Pernah Bangkit dari Kematian
1. Grave of the Fireflies

Karya Studio Ghibli sering diasosiasikan dengan dunia ajaib, warna yang ceria, dan karakter yang bahagia. Sebagian film mereka jelas ramah keluarga. Tapi, tidak semua film Ghibli ini oke untuk ditonton anak-anak. Grave of the Fireflies terkenal atas cerita menyedihkan mengenai dua orang bersaudara yang berjuang untuk bertahan hidup di Jepang yang tercerai berai akibat perang.
Film ini tidak menahan dirinya untuk menunjukkan sisi buruk perang. Film ini menggambarkan kehancuran dan kedukaan secara grafis akibat perang itu. Banyak orang dewasa yang pernah menontonnya tidak mau lagi menonton lagi karena betapa menyedihkannya film itu dari awal sampai akhir. Dengan salah satu ending paling menyedihkan dalam sejarah Ghibli, mustahil bagi ana-anak bisa tahan menontonnya.
(alv)
Lihat Juga :