Kasus Covid-19 di Indonesia Kian Terkendali, PPKM Boleh Dicabut?

Kamis, 02 Juni 2022 - 09:49 WIB
loading...
Kasus Covid-19 di Indonesia...
PPKM atau pengetatan di masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan status pandemi. Foto Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan berdasarkan data Covid-19 terkini mengungkapkan bahwa Indonesia semakin aman. Itu tergambar dari angka konfirmasi yang tidak mengalami lonjakan sekali pun libur panjang, keterisian rumah sakit sangat sedikit, dan angka kematian rendah.

Semakin terkendalinya pandemi Covid-19 juga terlihat dari angka cakupan vaksinasi yang terus mengalami peningkatan. Ya, penerima vaksin dosis pertama sudah 96,19 persen, dosis kedua 80,43 persen, dan dosis ketiga 22.06 persen.

Dari data-data tersebut yang mengerucut bahwa Indonesia semakin aman dari Covid-19, apakah memungkinkan PPKM atau pengetatan di masyarakat dihilangkan? Apakah kebijakan protokol kesehatan masih diperlukan di situasi terkendali seperti sekarang?

Baca Juga: Pandemi Covid-19 di Indonesia Kian Terkendali, Ini Buktinya

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menegaskan bahwa PPKM atau pengetatan di masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan status pandemi.

"Artinya, selama global masih berstatus pandemi, PPKM atau penerapan protokol kesehatan seperti 5M, 3T, dan vaksinasi, tidak bisa dicabut," tegas Dicky saat dihubungi MNC Portal, Kamis (2/6/2022).

Pandemi dan PPKM atau penerapan protokol kesehatan serta pengetatan di masyarakat adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. PPKM akan menjadi bagian dari masyarakat dunia dan ini bisa menentukan perbaikan kondisi dunia dari sebelumnya.

Bahkan, dengan tetap diberlakukannya protokol kesehatan, kata Dicky, itu bisa menekan semakin meluaskan wabah-wabah yang saat ini bermunculan. Protokol kesehatan terbukti efektif mencegah pandemi dan itu artinya bisa juga untuk mencegah wabah lain.

Baca Juga: Pandemi Terkendali, Bisnis Mal dan Properti Diramal Kian Mulus

"Saat ini banyak bermunculan wabah baru, seperti cacar monyet ataupun hepatitis akut, dan penerapan protokol kesehatan yang ada di dalam naungan PPKM menurut saya bisa menekan wabah meluas di masyarakat. Kebiasaan hidup bersih dan sehat mampu mencegah satu penyakit mewabah," katanya.

Dicky khawatir jika PPKM dicabut malah akan memengaruhi perilaku masyarakat yang bisa meningkatkan risiko penyakit meluas. Di masa transisi ini, sudah sepatutnya satu negara tetap meminta kepada rakyat untuk disiplin protokol kesehatan.

"Kita tidak akan bisa kembali ke kehidupan sebelum pandemi. Kehidupan manusia sudah berubah sejak hadirnya Covid-19 dan itu adalah sesuatu yang mutlak. Lagi pula, perubahan perilaku ini akan sangat bermanfaat bagi manusia dalam mencegah penyakit," terang Dicky.

PPKM bukan hanya soal mengatur pakai masker, tapi mengatur mobilitas masyarakat hingga mengubah perilaku masyarakat yang lebih bersih dan sehat. Sesuatu yang baik muncul dari kebijakan PPKM dan ini pun diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Di dalam PPKM, terikat yang namanya kebiasaan hidup yang lebih sehat. Di sisi lain, kebiasaan baru yang muncul di kala PPKM seperti WFH atau pembelajaran jarak jauh, ini harus jadi opsi yang tetap dilakukan juga, mengingat wabah baru bermunculan belakangan ini," tambah Dicky.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Bagaimana Penularan...
Bagaimana Penularan Virus Nipah? Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Berita Terkini
Video Persalinan Amanda...
Video Persalinan Amanda Manopo dan Baby Zac Viral, Ucapan soal Anak Kedua Curi Perhatian
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Sering Melihat Ibu Berjalan...
Sering Melihat 'Ibu' Berjalan di Rumah, Keluarga Rimar Baru Sadar Ada yang Janggal
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
Mengapa Berat Badan...
Mengapa Berat Badan Ideal Bisa Menurunkan Risiko Hipertensi? Ini Kata Dokter
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved