Penuhi Target Seluruh Wilayah Indonesia Miliki Layanan Jantung, Menkes Lakukan Ini
Kamis, 02 Juni 2022 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau si pasien jantung itu di wilayah yang tidak punya pelayanan jantung, ya, kemungkinan besar akan wafat sebelum mendapat pertolongan. Ini masalah besar yang harus diselesaikan," ungkap Budi Gunadi.
Lalu, mengapa kondisi ini masih terjadi di Indonesia? Menurut Menkes Budi, masalah bukan di dana ataupun alat, karena sejatinya Indonesia punya uang untuk itu. Tapi, masalah utamanya adalah belum banyaknya dokter spesialis.
"Masalah ketersediaan alat itu bisa ditangani oleh kami 12 bulan. Tapi, kalau masalah ketersediaan dokter spesialisnya, ini PR besar. Tidak banyak dokter spesialis tersebar di Indonesia," kata dia.
Berdasar data yang dimilikinya, baru 28 dari 34 provinsi di Indonesia yang bisa memberikan layanan jantung secara lengkap. Sisanya, karena tidak ada dokter spesialisnya, alhasil sama sekali tidak ada pelayanan jantung di sana.
"Untuk itu, kami mempercepat program beasiswa agar produksi dokter spesialisnya bertambah dengan cepat," ucap Budi Gunadi.
Lalu, mengapa kondisi ini masih terjadi di Indonesia? Menurut Menkes Budi, masalah bukan di dana ataupun alat, karena sejatinya Indonesia punya uang untuk itu. Tapi, masalah utamanya adalah belum banyaknya dokter spesialis.
"Masalah ketersediaan alat itu bisa ditangani oleh kami 12 bulan. Tapi, kalau masalah ketersediaan dokter spesialisnya, ini PR besar. Tidak banyak dokter spesialis tersebar di Indonesia," kata dia.
Berdasar data yang dimilikinya, baru 28 dari 34 provinsi di Indonesia yang bisa memberikan layanan jantung secara lengkap. Sisanya, karena tidak ada dokter spesialisnya, alhasil sama sekali tidak ada pelayanan jantung di sana.
"Untuk itu, kami mempercepat program beasiswa agar produksi dokter spesialisnya bertambah dengan cepat," ucap Budi Gunadi.
Lihat Juga :