Atasi Sampah Plastik dengan Daur Ulang
Sabtu, 04 Juni 2022 - 07:00 WIB
loading...
Daur ulang sampah bisa dilakukan untuk mengurangi beban sampah yang harus diurai oleh Bumi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Masalah pencemaran sampah plastik selalu menjadi masalah besar di muka bumi. Dengan sifatnya yang praktis dan sederhana, orang-orang banyak yang memutuskan untuk menggunakan plastik.
Penggunaan plastik ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya dan hal ini menyebabkan banyaknya penggunaan plastik yang digunakan tiap tahunnya.
Melansir dari Japan Today, pada 22 Februari 2022 Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat lebih dari 400 ton plastik digunakan tahun lalu dan selama periode tersebut, jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat dari 2000. Selain itu, hanya 9% dari sampah plastik tersebut yang berhasil didaur ulang.
Karena masalah pencemaran sampah plastik berdampak buruk pada lingkungan dan juga makhluk hidup, orang-orang mulai sadar dengan dampak besar yang dihasilkan dari pencemaran sampah plastik dan mengerahkan segala upaya untuk mengurangi pencemaran sampah plastik.
“Apalagi saat pandemi, kita lebih sering beli makanan secara take away, sehingga sampah plastik semakin banyak,” ujar Hanggara Sukandar, Presiden Direktur Trinseo saat mengisi workshop Generasi Muda Peduli Lingkungan di Balikpapan.
Banyak cara yang dilakukan orang-orang untuk mengurangi pencemaran sampah plastik, salah satunya adalah dengan cara daur ulang. Daur ulang adalah proses mengubah sampah atau barang bekas menjadi barang yang baru dengan tujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan atau polusi.
Daur ulang memiliki beberapa tahap yang terdiri dari pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk/material bekas pakai dengan hierarki sampah, yang biasa disebut dengan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).
Penggunaan plastik ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya dan hal ini menyebabkan banyaknya penggunaan plastik yang digunakan tiap tahunnya.
Melansir dari Japan Today, pada 22 Februari 2022 Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat lebih dari 400 ton plastik digunakan tahun lalu dan selama periode tersebut, jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat dari 2000. Selain itu, hanya 9% dari sampah plastik tersebut yang berhasil didaur ulang.
Karena masalah pencemaran sampah plastik berdampak buruk pada lingkungan dan juga makhluk hidup, orang-orang mulai sadar dengan dampak besar yang dihasilkan dari pencemaran sampah plastik dan mengerahkan segala upaya untuk mengurangi pencemaran sampah plastik.
“Apalagi saat pandemi, kita lebih sering beli makanan secara take away, sehingga sampah plastik semakin banyak,” ujar Hanggara Sukandar, Presiden Direktur Trinseo saat mengisi workshop Generasi Muda Peduli Lingkungan di Balikpapan.
Banyak cara yang dilakukan orang-orang untuk mengurangi pencemaran sampah plastik, salah satunya adalah dengan cara daur ulang. Daur ulang adalah proses mengubah sampah atau barang bekas menjadi barang yang baru dengan tujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan atau polusi.
Daur ulang memiliki beberapa tahap yang terdiri dari pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk/material bekas pakai dengan hierarki sampah, yang biasa disebut dengan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).
Lihat Juga :