Review Film Jurassic World: Dominion
Rabu, 08 Juni 2022 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Dr Ellie Sattler sejak awal sudah curiga pada Biosyn. Ia lalu mengajak Dr Alan Grant untuk mengunjungi Biosyn dan membuktikan dugaan tersebut. Rupanya, Dr Ian Malcolm juga bekerja di Biosyn.
Sementara itu, Owen dan Claire tinggal dalam persembunyian bersama Maisie, cucu dari Benjamin Lockwood yang merupakan rekan kerja Dr Hammond, pendiri taman Jurassic Park. Mereka sengaja menepi demi menghindari orang-orang yang ingin memanfaatkan Maisie - yang merupakan manusia kloning - untuk kepentingan pribadi dan komersial.
Nantinya, enam orang ini akan saling terhubung dalam sebuah misi, yang tentu saja juga melibatkan berbagai jenis dinosaurus, baik yang tidak berbahaya sampai yang merupakan predator terkuat.
![Review Film Jurassic World: Dominion]()
Foto: Universal Pictures
Berkumpulnya para karakter utama dari enam film waralaba Jurassic Park cukup memberikan efek nostalgia, meski juga tak terasa istimewa. Yang membuatnya seru bisa jadi hanya lelucon yang beberapa kali dilontarkan Ian Malcolm, yang masih punya pesona sebagai ahli matematika sekaligus chaos theorist.Interaksinya dengan Owen juga beberapa kali memantik komedi.
Meski begitu, berbeda dengan trilogi dan film-film sebelumnya, Jurassic World: Dominion sangat bergantung pada adegan-adegan laganya untuk memikat penonton. Jika pada sebelumnya adegan laga masih dikombinasikan dengan atmosfer thriller dan aura horor dari para dinosaurus predator, kali ini atmosfer horornya tak terlalu menonjol.
Alih-alih, adegan laga menegangkan sudah langsung digas oleh Dominion sejak menit-menit awal film. Mulai dari Owen yang ngebut dengan sepeda motor sambil dikejar-kejar dua dinosaurus, sampai pertarungan dinosaurus yang ingin saling memakan.
Sementara itu, Owen dan Claire tinggal dalam persembunyian bersama Maisie, cucu dari Benjamin Lockwood yang merupakan rekan kerja Dr Hammond, pendiri taman Jurassic Park. Mereka sengaja menepi demi menghindari orang-orang yang ingin memanfaatkan Maisie - yang merupakan manusia kloning - untuk kepentingan pribadi dan komersial.
Nantinya, enam orang ini akan saling terhubung dalam sebuah misi, yang tentu saja juga melibatkan berbagai jenis dinosaurus, baik yang tidak berbahaya sampai yang merupakan predator terkuat.

Foto: Universal Pictures
Berkumpulnya para karakter utama dari enam film waralaba Jurassic Park cukup memberikan efek nostalgia, meski juga tak terasa istimewa. Yang membuatnya seru bisa jadi hanya lelucon yang beberapa kali dilontarkan Ian Malcolm, yang masih punya pesona sebagai ahli matematika sekaligus chaos theorist.Interaksinya dengan Owen juga beberapa kali memantik komedi.
Meski begitu, berbeda dengan trilogi dan film-film sebelumnya, Jurassic World: Dominion sangat bergantung pada adegan-adegan laganya untuk memikat penonton. Jika pada sebelumnya adegan laga masih dikombinasikan dengan atmosfer thriller dan aura horor dari para dinosaurus predator, kali ini atmosfer horornya tak terlalu menonjol.
Alih-alih, adegan laga menegangkan sudah langsung digas oleh Dominion sejak menit-menit awal film. Mulai dari Owen yang ngebut dengan sepeda motor sambil dikejar-kejar dua dinosaurus, sampai pertarungan dinosaurus yang ingin saling memakan.
Lihat Juga :