Eza Hazami, dari HR ke Content Creator demi Jawab Keresahannya
Selasa, 14 Juni 2022 - 10:41 WIB
loading...
Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Di dunia digital, kita bisa menemukan berbagai macam konten. Para kreator kontennya pun memiliki keahlian di bidang masing-masing, termasuk content creator yang baru aja ngobrol bersama BuddyKu, yaitu Eza Hazami.
Ada yang belum kenal dengan Eza? Ia adalah seorang HR EB di salah satu perusahaan financial yang juga aktif membuat konten-konten tentang human resource nih Buddies.
Eza yang sudah berkarier sebagai HR sejak 2017 ini suka membagikan konten-konten menarik di beberapa platform media sosial. Sebelum masuk ke pembahasan konten kreator, yuk kita simak dulu nih awalnya Bang Eza (panggilan akrabnya oleh netizen) bisa menjadi seorang HR.
“Awalnya malah nggak kepikiran mau jadi HR, karena waktu awal masuk (kuliah) masih bingung apa ya psikologi? Nah pada semester 5 udah mulai untuk magang. Di magang ini barulah dapat kesempatan untuk menjadi freelance observer dan tester ngebantuin dosen-dosen aku,” ujar Eza.
Dari situ ia merasa bahwa sebagian pekerjaan seorang HR adalah ngetes dan wawancara, yang mana ia banyak latihan di sana. Dari proses magang tersebut mulai kepikiran dan tertarik untuk menjadi seorang HR.
“(Jadi HR) aku jadi bisa banyak ngobrol sama orang, gali insight dan lain-lain. Mungkin buat orang ngobrol itu biasa, buat aku kalau sudah ngobrol aku bisa banyak menggali informasi atau bahkan value yang aku nggak pernah kenal sebelumnya. Jadi sama aja kayak kita sama-sama belajar. Buat aku pribadi bisa belajar hal-hal baru,” tambahnya.
Ada yang belum kenal dengan Eza? Ia adalah seorang HR EB di salah satu perusahaan financial yang juga aktif membuat konten-konten tentang human resource nih Buddies.
Eza yang sudah berkarier sebagai HR sejak 2017 ini suka membagikan konten-konten menarik di beberapa platform media sosial. Sebelum masuk ke pembahasan konten kreator, yuk kita simak dulu nih awalnya Bang Eza (panggilan akrabnya oleh netizen) bisa menjadi seorang HR.
“Awalnya malah nggak kepikiran mau jadi HR, karena waktu awal masuk (kuliah) masih bingung apa ya psikologi? Nah pada semester 5 udah mulai untuk magang. Di magang ini barulah dapat kesempatan untuk menjadi freelance observer dan tester ngebantuin dosen-dosen aku,” ujar Eza.
Dari situ ia merasa bahwa sebagian pekerjaan seorang HR adalah ngetes dan wawancara, yang mana ia banyak latihan di sana. Dari proses magang tersebut mulai kepikiran dan tertarik untuk menjadi seorang HR.
“(Jadi HR) aku jadi bisa banyak ngobrol sama orang, gali insight dan lain-lain. Mungkin buat orang ngobrol itu biasa, buat aku kalau sudah ngobrol aku bisa banyak menggali informasi atau bahkan value yang aku nggak pernah kenal sebelumnya. Jadi sama aja kayak kita sama-sama belajar. Buat aku pribadi bisa belajar hal-hal baru,” tambahnya.
Lihat Juga :