10 Karakter Kakak atau Adik Cewek Anime Terburuk Sepanjang Masa
Jum'at, 17 Juni 2022 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia bahkan ingin membangkitkan kembali Drakula untuk menyingkirkan kemanusiaan. Itu bukan pertanda baik bagi Moka karena pacarnya dulunya adalah manusia dan dia jadi lebih dewasa melampaui impulsnya. Anehnya, Akua melakuan hal-hal yang dia kira akan membuat Moka menyayanginya sebagai adik.
3. Diva Goldsmith — Blood+
![10 Karakter Kakak atau Adik Cewek Anime Terburuk Sepanjang Masa]()
Foto: Carbon Costume
Vampir bersaudari yang jauh dari hubungan sehat adalah Diva Goldsmith. Dia adalah psikopat dan yang membuat semuanya jadi lebih buruk adalah dia seorang vampir. Diva membunuh untuk senang-senang dan mengikuti imipuls sadistiknya.
Dia sangat berbeda dengan kembarannya, Saya. Namun, sikap Diva itu tidak sepenuhnya adalah salahnya. Ketika masih kecil, dia mengalami eksperimen menyakitkan di tangan manusia. Tapi, Saya tidak mendapatkan perlakuan yang sama.
2. Kurome — Akame Ga Kill
![10 Karakter Kakak atau Adik Cewek Anime Terburuk Sepanjang Masa]()
Foto: YouTube
Kurome punya cerita latar yang sama dengan kembar vampir di Blood+. Dia juga punya kakak, yaitu Akame. Keduanya dilatih sejak kecil untuk menjadi pembunuh khusus yang sangat terlatih. Dari kedua saudari itu, Kurome agak terlalu tenggelam dalam pengondisian pembunuhan mereka.
Dia tidak hanya membunuh targetnya, tapi juga bermain-main dengan mayat mereka. Kurome bahkan melangkah lebih jauh dan mengoleksi mayat teman-temannya sebagai trofi untuk mengingatkan dirinya atas persahabatan mereka. Malang bagi Akame, Kurome sering membayagnkan untuk menambahkan kakaknya itu pada “koleksinya” sehingga mereka bisa bersama selamanya, apa pun kondisi mereka.
Baca Juga: 9 Karakter Ikonik Anime dengan Kekuatan Es Luar Biasa
1. Aya Natsume — Tenjo Tenge
![10 Karakter Kakak atau Adik Cewek Anime Terburuk Sepanjang Masa]()
Foto: ZeroChan.net
Di anime ini, hampir semua orang di sekolah bisa berbela diri untuk mempertahankan diri mereka dari perkelahian antargeng. Di antara yang terbaik adalah Natsume bersaudari, yaitu Maya dan Aya. Maya adalah yang lebih tua dan punya pengalaman bertarung lebih banyak. Ini membuatnya menjadi anak emas dan pujaan sekolah. Dia bahkan menarik perhatian cowok yang ditaksir adiknya.
Seperti yang diperkirakan, ini menyebabkan banyak friksi di antara mereka. Aya cenderung melakukan serangan kasar dan selalu menyerang kakaknya karena cemburu atau inferiority complex. Yang membuat lebih buruk, Aya punya kondisi di mana kadang dia mengamuk dengan rasa haus darah.
3. Diva Goldsmith — Blood+

Foto: Carbon Costume
Vampir bersaudari yang jauh dari hubungan sehat adalah Diva Goldsmith. Dia adalah psikopat dan yang membuat semuanya jadi lebih buruk adalah dia seorang vampir. Diva membunuh untuk senang-senang dan mengikuti imipuls sadistiknya.
Dia sangat berbeda dengan kembarannya, Saya. Namun, sikap Diva itu tidak sepenuhnya adalah salahnya. Ketika masih kecil, dia mengalami eksperimen menyakitkan di tangan manusia. Tapi, Saya tidak mendapatkan perlakuan yang sama.
2. Kurome — Akame Ga Kill

Foto: YouTube
Kurome punya cerita latar yang sama dengan kembar vampir di Blood+. Dia juga punya kakak, yaitu Akame. Keduanya dilatih sejak kecil untuk menjadi pembunuh khusus yang sangat terlatih. Dari kedua saudari itu, Kurome agak terlalu tenggelam dalam pengondisian pembunuhan mereka.
Dia tidak hanya membunuh targetnya, tapi juga bermain-main dengan mayat mereka. Kurome bahkan melangkah lebih jauh dan mengoleksi mayat teman-temannya sebagai trofi untuk mengingatkan dirinya atas persahabatan mereka. Malang bagi Akame, Kurome sering membayagnkan untuk menambahkan kakaknya itu pada “koleksinya” sehingga mereka bisa bersama selamanya, apa pun kondisi mereka.
Baca Juga: 9 Karakter Ikonik Anime dengan Kekuatan Es Luar Biasa
1. Aya Natsume — Tenjo Tenge

Foto: ZeroChan.net
Di anime ini, hampir semua orang di sekolah bisa berbela diri untuk mempertahankan diri mereka dari perkelahian antargeng. Di antara yang terbaik adalah Natsume bersaudari, yaitu Maya dan Aya. Maya adalah yang lebih tua dan punya pengalaman bertarung lebih banyak. Ini membuatnya menjadi anak emas dan pujaan sekolah. Dia bahkan menarik perhatian cowok yang ditaksir adiknya.
Seperti yang diperkirakan, ini menyebabkan banyak friksi di antara mereka. Aya cenderung melakukan serangan kasar dan selalu menyerang kakaknya karena cemburu atau inferiority complex. Yang membuat lebih buruk, Aya punya kondisi di mana kadang dia mengamuk dengan rasa haus darah.
(alv)
Lihat Juga :