Review Film Elvis: Kisah Legenda untuk Penonton Muda

Rabu, 22 Juni 2022 - 20:39 WIB
loading...
Review Film Elvis: Kisah...
Film Elvis diperankan oleh aktor Austin Butler sebagai sang musisi legendaris. Foto/Warner Bros. Pictures
A A A
JAKARTA - Sutradara ElvisBaz Luhrmann mengatakan bahwa film ini tidak 100% film biopik, dan dibuat untuk ditonton generasi muda.

Sebagai awalan, meski judulnya Elvis, tapi ceritanya bukan dari sudut pandang sang penyanyi legendaris itu, melainkan dari narasi sang manajer Kolonel Tom Parker (Tom Hanks). Yang menarik, Parker dikenal sebagai manajer yang buruk, bahkan sampai dituduh para penggemar Elvis sebagai dalang di balik kematian Raja Rock and Roll itu.

Tuduhan itu jadi hal pertama yang diungkap Parker, dan tentu saja langsung dibantahnya. Parker bahkan berani berkata bahwa tanpa dirinya, tak akan ada Elvis seperti yang kita kenal sekarang. "Elvis adalah aku, aku adalah Elvis," ujarnya.

Ia lalu membuka kisah tentang dirinya, seorang pria pengelola karnaval pada era 1950-an. Saat itu, ia mendengar bahwa ada seorang penyanyi pria baru yang bikin heboh karena menyanyikan lagu-lagu blues dan Gospel dengan goyangan menggoda. Namanya Elvis Presley.

Review Film Elvis: Kisah Legenda untuk Penonton Muda

Foto: Warner Bros. Pictures

Parker langsung tertarik karena Elvis ternyata adalah pria kulit putih, bukan warga Afrika-Amerika yang erat dengan kedua jenis musik tersebut. Ia lalu langsung mengunjungi pertunjukan tempat Elvis tampil, dan melihat sendiri betapa para perempuan menjerit histeris melihat goyangan pinggul yang seksi dari penyanyi tampan itu.

"Elvis seperti buah terlarang," ujarnya, menggambarkan bahwa pada masa itu, perempuan menjerit karena goyangan pinggul seorang pria adalah hal yang tidak senonoh.

Otak bisnis Parker langsung jalan. Dengan mulut manisnya, ia mendekati Elvis dan meyakinkan anak muda itu bahwa ia akan membuat Elvis jadi sosok besar. Dari sinilah semuanya bermula. Membawa Elvis pada kesuksesan, juga keterpurukan.


Kisah tentang Industri Musik Amerika

Elvis memang fokus pada kisah sang legenda, tapi Luhrmann tidak menempatkannya dalam ruang hampa. Kesuksesan, histeria, dan batu sandungan yang dialami Elvis diberi konteks dalam kondisi di Amerika dan industri musik di negara tersebut pada era 1950 hingga 1970-an.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
Asian Boxing U19 & U23...
Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026, Perbati Pastikan Penyelenggaraan Berstandar Internasional
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Berita Terkini
Bernadya Kenang Masa...
Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
5 Fakta Pernikahan Taylor...
5 Fakta Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce, Gaun Dior hingga Tamu Bertabur Bintang
Concealer Soulyu Beauty...
Concealer Soulyu Beauty Jadi Favorit Aldi Taher, Solusi Atasi Mata Panda
Aldi Taher Bikin Heboh...
Aldi Taher Bikin Heboh Hari Ketiga JakartaXBeauty, Bagikan Goodie Bag Soulyu
Konten Natural Bersama...
Konten Natural Bersama Kekasih Bikin Mohammad Irfan Makin Dikenal Warganet
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved