Indonesia Gandeng Denmark Rilis Kurikulum Pelatihan Penanganan Diabetes Bagi Nakes
Minggu, 26 Juni 2022 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
Ketika komplikasi menjadi lebih serius dan rumit, pasien harus ditangani oleh dokter spesialis endokrin. “Sangat penting untuk mengelola diabetes berdasarkan kapasitas dan kemampuan tenaga kerja medis. Kita perlu menerapkan program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan koheren melalui pelatihan terakreditasi untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tenaga Kesehatan,” imbuhnya.
Pada 2021, IDF telah membagikan rekomendasi untuk melakukan capacity building bagi dokter umum di Puskemas dan memperluas kewenangan mereka untuk melakukan terapi insulin dan melakukan perawatan diabetes secara komprehensif untuk mendukung pasien dalam mengontrol gula darah dan mencegah komplikasi. Pelatihan yang dilaksanakan akan diintegrasikan ke seluruh tingkatan layanan kesehatan.
Dokter spesialis endokrin di fasilitas perawatan tersier akan berpartisipasi dalam training-of-trainers (ToT) program untuk melatih internis. Sementara itu, internis di tingkat sekunder, juga akan berpartisipasi dalam program ToT untuk melatih dokter umum di tingkat dasar. Modul dan pelatihan yang dilaksanakan merupakan bagian dari implementasi G2G MoU dalam bidang kesehatan antara pemerintah Indonesia dan Denmark yang telah disebutkan sebelumnya. “Kami sangat senang bahwa modul dan pelatihan akan diimplementasikan untuk memperkuat tata kelola kesehatan masyarakat Indonesia dan memberikan akses perawatan yang terjangkau kepada pengidap diabetes,“ ujar Lars Bo Larsen.
Program peningkatan dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan juga sejalan dengan Strategi Kesehatan Nasional 2021-2024, khususnya pilar Transformasi Layanan Primer, yaitu, 1) Edukasi masyarakat, 2) Pencegahan primer, 3) Pencegahan sekunder, dan 4) Peningkatan kapasitas dan kapabilitas layanan primer.
“Secara global, tujuan kami adalah mendorong perubahan dalam diabetes. Oleh karena itu, Novo Nordisk Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan diabetes di Indonesia. Kami bermitra dengan Kementerian Kesehatan RI, Kedutaan Besar Denmark, dan PERKENI untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi mengenai diabetes, serta menyediakan akses dan penanganan yang lebih baik dan lebih dekat kepada pasien. Pelatihan tenaga kesehatan adalah elemen penting dari komitmen kami, yang akan ditingkatkan dengan kolaborasi ini. Dengan komitmen dan kolaborasi bersama, kita akan dapat meningkatkan taraf hidup penderita diabetes,” tambah Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty.
Pada 2021, IDF telah membagikan rekomendasi untuk melakukan capacity building bagi dokter umum di Puskemas dan memperluas kewenangan mereka untuk melakukan terapi insulin dan melakukan perawatan diabetes secara komprehensif untuk mendukung pasien dalam mengontrol gula darah dan mencegah komplikasi. Pelatihan yang dilaksanakan akan diintegrasikan ke seluruh tingkatan layanan kesehatan.
Dokter spesialis endokrin di fasilitas perawatan tersier akan berpartisipasi dalam training-of-trainers (ToT) program untuk melatih internis. Sementara itu, internis di tingkat sekunder, juga akan berpartisipasi dalam program ToT untuk melatih dokter umum di tingkat dasar. Modul dan pelatihan yang dilaksanakan merupakan bagian dari implementasi G2G MoU dalam bidang kesehatan antara pemerintah Indonesia dan Denmark yang telah disebutkan sebelumnya. “Kami sangat senang bahwa modul dan pelatihan akan diimplementasikan untuk memperkuat tata kelola kesehatan masyarakat Indonesia dan memberikan akses perawatan yang terjangkau kepada pengidap diabetes,“ ujar Lars Bo Larsen.
Program peningkatan dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan juga sejalan dengan Strategi Kesehatan Nasional 2021-2024, khususnya pilar Transformasi Layanan Primer, yaitu, 1) Edukasi masyarakat, 2) Pencegahan primer, 3) Pencegahan sekunder, dan 4) Peningkatan kapasitas dan kapabilitas layanan primer.
“Secara global, tujuan kami adalah mendorong perubahan dalam diabetes. Oleh karena itu, Novo Nordisk Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan diabetes di Indonesia. Kami bermitra dengan Kementerian Kesehatan RI, Kedutaan Besar Denmark, dan PERKENI untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi mengenai diabetes, serta menyediakan akses dan penanganan yang lebih baik dan lebih dekat kepada pasien. Pelatihan tenaga kesehatan adalah elemen penting dari komitmen kami, yang akan ditingkatkan dengan kolaborasi ini. Dengan komitmen dan kolaborasi bersama, kita akan dapat meningkatkan taraf hidup penderita diabetes,” tambah Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty.
(hri)
Lihat Juga :