Peduli Isu Kesehatan Mental, Awkarin Lakukan Langkah Ini
Senin, 27 Juni 2022 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
Bukan tanpa alasan dia memilih menggunakan nama @narinkovilda. Ya, alasannya ternyata simpel. "It's pretty funny lol," sebut Karin dalam petikan caption Instagram-nya.
Ketimbang menebar sensasi seperti yang dikenal dulu, Karin kini tampaknya ingin lebih dikenal sebagai pribadi yang menebar manfaat bagi sesama. Ini tak lepas dari berbagai hujatan dari setiap komentar warganet yang menyebabkan dia didiagnosa terkena gangguan bipolar.
Vonis gangguan bipolar yang diterima nyatanya telah mengubah perjalanan karier Karin sebagai seorang selebgram . Kini, dia menjadi lebih peduli terhadap isu kesehatan mental.
Di Indonesia, isu kesehatan mental merupakan permasalahan serius. Dikutip dari ui.ac.id, isu kesehatan mental di Indonesia masih menjadi stigma yang berdampak buruk pada penderitanya. Banyak orang-orang dengan gangguan mental justru didiskriminasi dan dikucilkan dari masyarakat.
Berbagai stigma ini membuat orang-orang dengan gangguan mental memilih bungkam atau tidak berkonsultasi kepada ahli. Akibatnya, berdasarkan data dari Riskesdas pada 2018 disebutkan, 12 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami depresi, dan 19 juta penduduk di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional.
Ketimbang menebar sensasi seperti yang dikenal dulu, Karin kini tampaknya ingin lebih dikenal sebagai pribadi yang menebar manfaat bagi sesama. Ini tak lepas dari berbagai hujatan dari setiap komentar warganet yang menyebabkan dia didiagnosa terkena gangguan bipolar.
Vonis gangguan bipolar yang diterima nyatanya telah mengubah perjalanan karier Karin sebagai seorang selebgram . Kini, dia menjadi lebih peduli terhadap isu kesehatan mental.
Di Indonesia, isu kesehatan mental merupakan permasalahan serius. Dikutip dari ui.ac.id, isu kesehatan mental di Indonesia masih menjadi stigma yang berdampak buruk pada penderitanya. Banyak orang-orang dengan gangguan mental justru didiskriminasi dan dikucilkan dari masyarakat.
Berbagai stigma ini membuat orang-orang dengan gangguan mental memilih bungkam atau tidak berkonsultasi kepada ahli. Akibatnya, berdasarkan data dari Riskesdas pada 2018 disebutkan, 12 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami depresi, dan 19 juta penduduk di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional.
Lihat Juga :