Pentingnya Peran Orangtua dalam Mengasah Aspek Sosial Emosional Anak di Masa Transisi
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Irma Ardiana menerangkan, gaya pengasuhan memengaruhi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Pengasuhan bersama menekankan komunikasi, negosiasi, kompromi, dan pendekatan inklusif untuk pengambilan keputusan serta pembagian peran keluarga.
“Pengasuhan bersama antara ayah dan ibu menawarkan cinta, penerimaan, penghargaan, dorongan, dan bimbingan kepada anak-anak. Peran orangtua yang tepat dalam memberikan dorongan, dukungan, nutrisi, dan akses ke aktivitas untuk membantu anak memenuhi milestone aspek perkembangan, merupakan hal yang penting," papar Irma dalam webinar bertema Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang digelar Danone Indonesia, Selasa (28/6/2022).
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Spesialis Tumbuh Kembang Anak Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH menjelaskan, aspek sosial dan emosional sangat penting bagi anak untuk mencapai semua aspek kehidupan dan bersaing di fase kehidupan selanjutnya. Dimulai dari remaja hingga lanjut usia. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai perkembangan sosial emosional anak, khususnya di masa transisi pascapandemi seperti saat ini.
“Bagi anak-anak, kebingungan menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan interaksi sosial dapat meningkatkan masalah sosial emosional yang dampaknya bisa berbeda, tergantung usia anak dan dukungan dari lingkungannya. Gangguan perkembangan emosi dan sosial dapat memengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa, seperti gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular,” papar dr. Bernie.
Ia juga mengungkapkan, perkembangan emosi dan sosial berkaitan erat dengan kecerdasan otak serta sistem pencernaan yang sehat. Ketiganya saling terkait dan berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak.
“Pengasuhan bersama antara ayah dan ibu menawarkan cinta, penerimaan, penghargaan, dorongan, dan bimbingan kepada anak-anak. Peran orangtua yang tepat dalam memberikan dorongan, dukungan, nutrisi, dan akses ke aktivitas untuk membantu anak memenuhi milestone aspek perkembangan, merupakan hal yang penting," papar Irma dalam webinar bertema Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang digelar Danone Indonesia, Selasa (28/6/2022).
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Spesialis Tumbuh Kembang Anak Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH menjelaskan, aspek sosial dan emosional sangat penting bagi anak untuk mencapai semua aspek kehidupan dan bersaing di fase kehidupan selanjutnya. Dimulai dari remaja hingga lanjut usia. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai perkembangan sosial emosional anak, khususnya di masa transisi pascapandemi seperti saat ini.
“Bagi anak-anak, kebingungan menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan interaksi sosial dapat meningkatkan masalah sosial emosional yang dampaknya bisa berbeda, tergantung usia anak dan dukungan dari lingkungannya. Gangguan perkembangan emosi dan sosial dapat memengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa, seperti gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular,” papar dr. Bernie.
Ia juga mengungkapkan, perkembangan emosi dan sosial berkaitan erat dengan kecerdasan otak serta sistem pencernaan yang sehat. Ketiganya saling terkait dan berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak.
Lihat Juga :