10 Penjahat Anime Ini Tidak Sadar kalau Mereka Jahat
Minggu, 03 Juli 2022 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Kalau dia tidak menyebabkan penderitaan dan kematian orang-orang di sekitarnya, Griffith pasti akan dipuji atas usaha kerasnya. Faktanya, kalau orang tidak berguna bagi tujuannya, Griffith tidak akan segan untukm menyingkirkannya. Dia menerima pilihan untuk menjadi iblis demi mewujudkan impiannya. Aspek ini membuat Griffith menakutkan. Dia hanya melakukan apa yang harus dia lakukan demi keinginannya dan orang lain yang sekarat tidak ada artinya untuk dia.
![10 Penjahat Anime Ini Tidak Sadar kalau Mereka Jahat]()
Foto: CBR
Di dunia dystopian Psycho-Pass, perasaan bisa diukur lewat Koefiesien Emosional dan peluang orang melakukan kejahatan dihitung lewat Psycho-Pass. Jadi, pastinya mudah mengidentifikasi yang benar dan yang salah. Tapi, tidak bagi Shogo Makishima. Bertekad menguji sistem itu hingga batasannya dan memaksanya crash untuk apa yang dia lihat sebagai kemunafikan, Shogo jadi pembunuh berantai terkenal. Ketika dia mulai beririsan dengan Akane Tsunemori, terungkap kalau Shogo melakukan semuanya tanpa rasa bersalah atau penyesalan sama sekali.
Yang menakutkan adalah Shoto sama sekali tidak terganggu dengan tindakannya ini. Bagi Shogo, dia hanya melakukan tugasnya untuk mengembalikan kebebasan memilih rakyat Jepang. Sementara ide Shogo ini tidak dianggap “jahat” dalam konteks emosi terukur itu mengganggu, tidak ada pertanyaan kalau “kebutuhan” membunuhnya membuktikan poin kejahatannya.
![10 Penjahat Anime Ini Tidak Sadar kalau Mereka Jahat]()
Foto: Epic Quotes
Hisoka adalah contoh orang yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang dia lakukan. Meski tampil seperti badut, Hisoka adalah petarung yang tangguh. Kemampuan Nen-nya yang bertema karet membuatnya seimbang dengan sejumlah Pemburu terkuat di dunia. Dan, begitu juga impiannya, yaitu melakukan apa pun demi melawan musuh yang berharga.
Makanya, Hisoka tidak akan segan melakukan apa pun demi memuaskan rasa penasaran dan laparnya. Hisoka bisa membuang sekutunya. Dia juga tidak akan segan membunuh orang yang tidak memenuhi standarnya. Sementara Hisoka jauh dari antagonis lain di serial ini, jelas dia tidak akan pernah menjadi pahlawan.
![10 Penjahat Anime Ini Tidak Sadar kalau Mereka Jahat]()
Foto: YouTube
Kyubey sama sekali tidak peduli kalau tindakan jahatnya membuat semesta dalam risiko. Makhluk imut ini nyatanya adalah Inkubator, spesies makhluk teknologi canggih yang mengajukan diri utuk mencegah entropi memusnahkan semesta. Spesies merekalah yang juga sadar kalau jiwa manusia—terutama jiwa cewek-cewek ABG—yang paling efisien dalam hal tersebut.
Dengan begitu, misinya di seluruh serial ini adalah membuat para cewek ABG itu menjadi Gadis Ajaib. Tapi, mereka tidak tahu kalau Kyubey berencana menggunakan mereka demi ketahanan hidup semesta. Yang mengerikan dari Kyubey adalah fakta kalau memanipulasi seseorang dan kemudian “membuang” mereka itu jahat, apa pun tujuannya. Alih-alih, bagi dia, etika itu sama sekali tidak penting.
![10 Penjahat Anime Ini Tidak Sadar kalau Mereka Jahat]()
Foto: Pinterest
Ikebukuro menjadi berbahaya pada malam hari akibat kehadiran geng demi geng di serial ini. Tapi, Izaya Orihaya adalah karakter yang tidak mau dihadapi para geng ini. Dikenal sebagai broker informasi, Izaya adalah jenius alamiah yang suka kecenderungan manusia terhadap kekacauan. Akibatnya, dia sering punya tendensi bersenang-senang dalam konflik sebagai sarana untuk mengamati bagaiman reaksi orang.
7. Shogo Makishima — Psycho-Pass

Foto: CBR
Di dunia dystopian Psycho-Pass, perasaan bisa diukur lewat Koefiesien Emosional dan peluang orang melakukan kejahatan dihitung lewat Psycho-Pass. Jadi, pastinya mudah mengidentifikasi yang benar dan yang salah. Tapi, tidak bagi Shogo Makishima. Bertekad menguji sistem itu hingga batasannya dan memaksanya crash untuk apa yang dia lihat sebagai kemunafikan, Shogo jadi pembunuh berantai terkenal. Ketika dia mulai beririsan dengan Akane Tsunemori, terungkap kalau Shogo melakukan semuanya tanpa rasa bersalah atau penyesalan sama sekali.
Yang menakutkan adalah Shoto sama sekali tidak terganggu dengan tindakannya ini. Bagi Shogo, dia hanya melakukan tugasnya untuk mengembalikan kebebasan memilih rakyat Jepang. Sementara ide Shogo ini tidak dianggap “jahat” dalam konteks emosi terukur itu mengganggu, tidak ada pertanyaan kalau “kebutuhan” membunuhnya membuktikan poin kejahatannya.
6. Hisoka Morrow — Hunter X Hunter

Foto: Epic Quotes
Hisoka adalah contoh orang yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang dia lakukan. Meski tampil seperti badut, Hisoka adalah petarung yang tangguh. Kemampuan Nen-nya yang bertema karet membuatnya seimbang dengan sejumlah Pemburu terkuat di dunia. Dan, begitu juga impiannya, yaitu melakukan apa pun demi melawan musuh yang berharga.
Makanya, Hisoka tidak akan segan melakukan apa pun demi memuaskan rasa penasaran dan laparnya. Hisoka bisa membuang sekutunya. Dia juga tidak akan segan membunuh orang yang tidak memenuhi standarnya. Sementara Hisoka jauh dari antagonis lain di serial ini, jelas dia tidak akan pernah menjadi pahlawan.
5. Kyubey — Puella Magi Madoka Magica

Foto: YouTube
Kyubey sama sekali tidak peduli kalau tindakan jahatnya membuat semesta dalam risiko. Makhluk imut ini nyatanya adalah Inkubator, spesies makhluk teknologi canggih yang mengajukan diri utuk mencegah entropi memusnahkan semesta. Spesies merekalah yang juga sadar kalau jiwa manusia—terutama jiwa cewek-cewek ABG—yang paling efisien dalam hal tersebut.
Dengan begitu, misinya di seluruh serial ini adalah membuat para cewek ABG itu menjadi Gadis Ajaib. Tapi, mereka tidak tahu kalau Kyubey berencana menggunakan mereka demi ketahanan hidup semesta. Yang mengerikan dari Kyubey adalah fakta kalau memanipulasi seseorang dan kemudian “membuang” mereka itu jahat, apa pun tujuannya. Alih-alih, bagi dia, etika itu sama sekali tidak penting.
4. Izaya Orihara — Durarara!!

Foto: Pinterest
Ikebukuro menjadi berbahaya pada malam hari akibat kehadiran geng demi geng di serial ini. Tapi, Izaya Orihaya adalah karakter yang tidak mau dihadapi para geng ini. Dikenal sebagai broker informasi, Izaya adalah jenius alamiah yang suka kecenderungan manusia terhadap kekacauan. Akibatnya, dia sering punya tendensi bersenang-senang dalam konflik sebagai sarana untuk mengamati bagaiman reaksi orang.
Lihat Juga :