Review Film Thor: Love and Thunder: Dramatis dan Full Guns N Roses
Rabu, 06 Juli 2022 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Dibantu makeup dan pemilihan warna yang dilakukan Taika Waititi, penampilan Christian sebagai Gorr benar-benar mengganggu. Bahkan sebelum dia terikat dengan Necrosword, Gorr sudah membuat orang bergidik di tengah rasa iba kepadanya. Christian tidak punya rem untuk mempresentasikan Gorr sebagai orang yang putus asa, kecewa, dan marah.
![Review Film Thor: Love and Thunder: Dramatis dan Full Guns N Roses]()
Foto: Marvel Studios
Teror yang ditebar Gorr membuat Thor: Love and Thunder punya nuansa gelap dan sedikit horor. Warna hitam putih yang menyelimuti Gorr karena dia tinggal di alam bayangan tanpa warna membuat kengerian itu jadi bertambah. Sepertinya, Taika tidak mau menyia-nyiakan bakat besar Christian di film ini. Bahkan, ketika Gorr mencoba melucu pun, dia tetap mengerikan.
Chris Hemsworth sepertinya juga semakin menikmati perannya sebagai Thor di bawah arahan Taika. Di film ini, Thor masih seperti Thor di Ragnarok dan film setelahnya. Dia konyol, sok bijak, sok jadi pemimpin, arogan, tapi canggung di hadapan wanita. Di film ini, Thor mengalami krisis hubungan personal.
Thor senang dan canggung ketika kembali bertemu Jane. Tapi, rasa canggung itu jadi berlebihan ketika dia bertemu Mjolnir. Thor masih berharga bagi Mjolnir, tapi, palu itu sudah punya majikan baru, Jane. Hubungan Thor dan Mjolnir membuat Stormbreaker cemburu. Kisah “cinta segitiga” ini menjadi salah satu sumber kekocakan film ini. Mirip seperti kalian yang sudah punya pacar baru, tapi ternyata belum move on ketika bertemu mantan.
Thor: Love and Thunder berada di level lain di MCU. Dengan durasi yang lumayan pendek, 1 jam 59 menit atau 119 menit, film ini tidak bertele-tele. Sejak awal, film ini tidak membuang-buang waktu dengan memperkenalkan Gorr, mengisahkan tentang Thor, dan juga Jane, serta apa yang terjadi di New Asgard tanpa terlalu banyak gimmick. Film ini pas dengan durasinya karena tidak terasa terlalu pendek atau panjang. Mungkin, akan terasa lebih bertele-tele jika durasinya ditambah.
![Review Film Thor: Love and Thunder: Dramatis dan Full Guns N Roses]()
Foto: Marvel Studios
Terlebih, muatan film ini cukup padat. Meski didominasi unsur komedi, di dalamnya ada emosi yang mungkin tidak disangka penonton. Film ini juga menampilkan banyak adegan dramatis. Dengan vibrasi Thor: Ragnarok yang masih terasa, film ini dengan baik mencampurkan komedi, aksi, dan unsur gelap menjadi tontonan superhero yang sedikit berbeda dari sejawatnya.
Salah satu yang menarik di film ini adalah Guns N Roses. Dengan pertimbangan tertentu, Taika menggunakan sekitar 4 lagu Guns N Roses dari album Appetite for Destruction dan Use Your Illusion I untuk mengiringi film ini. Penempatannya pun sempurna. Riff gitar Slash dengan lengkingan suara Axl yang ikonik menciptakan suasana yang bising tapi mengasyikkan di film ini. Para penggemar Guns N Roses bisa secara tidak sadar akan bernyanyi begitu mendengar intro lagu-lagu ini.

Foto: Marvel Studios
Teror yang ditebar Gorr membuat Thor: Love and Thunder punya nuansa gelap dan sedikit horor. Warna hitam putih yang menyelimuti Gorr karena dia tinggal di alam bayangan tanpa warna membuat kengerian itu jadi bertambah. Sepertinya, Taika tidak mau menyia-nyiakan bakat besar Christian di film ini. Bahkan, ketika Gorr mencoba melucu pun, dia tetap mengerikan.
Chris Hemsworth sepertinya juga semakin menikmati perannya sebagai Thor di bawah arahan Taika. Di film ini, Thor masih seperti Thor di Ragnarok dan film setelahnya. Dia konyol, sok bijak, sok jadi pemimpin, arogan, tapi canggung di hadapan wanita. Di film ini, Thor mengalami krisis hubungan personal.
Thor senang dan canggung ketika kembali bertemu Jane. Tapi, rasa canggung itu jadi berlebihan ketika dia bertemu Mjolnir. Thor masih berharga bagi Mjolnir, tapi, palu itu sudah punya majikan baru, Jane. Hubungan Thor dan Mjolnir membuat Stormbreaker cemburu. Kisah “cinta segitiga” ini menjadi salah satu sumber kekocakan film ini. Mirip seperti kalian yang sudah punya pacar baru, tapi ternyata belum move on ketika bertemu mantan.
Thor: Love and Thunder berada di level lain di MCU. Dengan durasi yang lumayan pendek, 1 jam 59 menit atau 119 menit, film ini tidak bertele-tele. Sejak awal, film ini tidak membuang-buang waktu dengan memperkenalkan Gorr, mengisahkan tentang Thor, dan juga Jane, serta apa yang terjadi di New Asgard tanpa terlalu banyak gimmick. Film ini pas dengan durasinya karena tidak terasa terlalu pendek atau panjang. Mungkin, akan terasa lebih bertele-tele jika durasinya ditambah.

Foto: Marvel Studios
Terlebih, muatan film ini cukup padat. Meski didominasi unsur komedi, di dalamnya ada emosi yang mungkin tidak disangka penonton. Film ini juga menampilkan banyak adegan dramatis. Dengan vibrasi Thor: Ragnarok yang masih terasa, film ini dengan baik mencampurkan komedi, aksi, dan unsur gelap menjadi tontonan superhero yang sedikit berbeda dari sejawatnya.
Salah satu yang menarik di film ini adalah Guns N Roses. Dengan pertimbangan tertentu, Taika menggunakan sekitar 4 lagu Guns N Roses dari album Appetite for Destruction dan Use Your Illusion I untuk mengiringi film ini. Penempatannya pun sempurna. Riff gitar Slash dengan lengkingan suara Axl yang ikonik menciptakan suasana yang bising tapi mengasyikkan di film ini. Para penggemar Guns N Roses bisa secara tidak sadar akan bernyanyi begitu mendengar intro lagu-lagu ini.
Lihat Juga :