5 Pelajaran Hidup Bisa Dipetik dari Film Ranah 3 Warna, Inspiratif!

Rabu, 06 Juli 2022 - 09:58 WIB
loading...
5 Pelajaran Hidup Bisa Dipetik dari Film Ranah 3 Warna, Inspiratif!
Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Sejak dirilis pada 30 Juni 2022, film bergenre drama berjudul Ranah 3 Warna yang diproduksi MNC Pictures telah diminati banyak penonton setia film Indonesia . Film ini sudah lama dinantikan oleh para penggemar dan pecinta film yang harus menunggu akibat pandemi Covid-19 dua tahun belakangan ini.

Ranah 3 Warna yang disutradarai Guntur Soeharjanto sempat terpilih menjadi opening film dalam Jakarta Film Week 2021. Cerita Ranah 3 Warna diadaptasi dari novel terlaris karya Ahmad Fuadi.

Dalam film ini, mengandung mantra yang dipegang teguh oleh Alif, yakni “man shabara zhafira” yang berarti bahwa siapa yang sabar akan beruntung. Terkadang sulit untuk bersabar, seakan hal tersebut adalah hal yang sia-sia. Namun, selalu ada hal baik yang bisa dipetik bagi mereka yang bersabar.



Film ini tak hanya menguras emosi dan air mata, namun juga sarat akan pesan moral, seakan memberikan motivasi dan inspirasi positif untuk berjuang dalam menghadapi hidup, karier, masa depan hingga percintaan. Ada 5 pelajaran hidup yang mengajarkan kepada kita tentang arti sabar. Apa sajakah itu?

1. Semangat mengejar mimpi dan cita-cita

Alif Fikri (19 tahun) yang diperankan Arbani Yasiz merupakan anak muda asal Maninjau yang sering diremehkan karena bercita-cita untuk berkuliah di Amerika. Meskipun dengan keterbatasan ekonomi keluarga, Alif tak patah semangat dan melakukan segala upaya untuk menempuh pendidikan tinggi. Meskipun tak dapat menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung seperti sahabatnya, Randai (19), yang diperankan oleh Teuku Rassya, Alif tetap melanjutkan kuliahnya sebagai mahasiswa di Universitas Padjajaran.

2. Musibah bukan berarti dunia berakhir

Musibah teramat berat dialami oleh Alif yang sedang berproses dalam menjalankan kuliah di Bandung. Di tengah kehidupannya yang mulai membaik, ayahanda Alif meninggal dunia yang membuat dunia Alif seakan hancur berkeping-keping. Bahkan, Alif sempat ingin memutuskan kembali ke kampung halaman dan bekerja saja demi mencari nafkah untuk Amak dan adik-adiknya. Namun, Amak ingin Alif untuk tetap melanjutkan mimpinya dan menyelesaikan amanat almarhum Ayahanda.

3. Sabar bukan berarti pasif, namun aktif mencari solusi

Saat kembali ke Bandung, Alif memutuskan untuk berkuliah sambil mencari nafkah demi menjadi tulang punggung keluarga. Pada situasi ini, Alif mencoba untuk menggantikan tugas sang Ayah dalam mencari nafkah. Meski dihadapkan dalam situasi yang berat dan banyak hambatan, Alif tetap aktif mencari solusi dan tidak hanya menunggu keajaiban untuk datang ke dalam hidupnya.



4. Bersyukur adalah kunci kebahagiaan

Setelah berusaha untuk kembali bangkit dan mensyukuri hidupnya, Alif mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pertukaran pelajar ke Kanada. Meskipun bukan seperti mimpi awal Alif untuk bisa ke Amerika, Alif tetap bersyukur dan tetap mengambil kesempatan yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.

5. Persahabatan yang kuat dan solid

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kisah persahabatan Alif dan teman-teman kuliahnya. Geng Uno terdiri dari Alif, Agam, Rusdi dan Memet. Alif yang berasal dari Maninjau menjadi akrab dengan Agam (Sadana Agung) yang merupakan mahasiswa dari Malang, Rusdi (Raim Laode) yang berasal dari Ambon, dan Memet (Miqdad Addausy) asal Sumedang. Meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda, persahabatan mereka selalu solid dan saling membantu satu sama lain.

Setelah menjadi underdog yang sering kali diremehkan dan dihantam berbagai cobaan, Alif terus berjuang sampai titik kesabaran terakhir. Hingga dalam perjalanannya, Alif sudah melintasi tiga ‘ranah’ di dunia yakni Indonesia, Timur Tengah, dan Kanada.

Film Ranah 3 Warna didukung oleh beberapa pemain lain seperti Amanda Rawles, Risma ‘Neneng’ Wulandari, Maudy Koesnaedi, David Chalik, Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Tanta Ginting, dan beberapa aktor pendukung.

Executive Producer : Emilka Chaidir, Ferry Ardian
Producer : Widya Wardhani Ichram
Creative Producer : Lukman Sardi
Sutradara : Guntur Soeharjanto
Skenario : Alim Sudio

Pemain

Arbani Yasiz sebagai Alif Fikri
Amanda Rawles sebagai Raisa
Teuku Rassya sebagai Randai
Risma Wulandari sebagai Dina
Raim Laode sebagai Rusdi
Sadana Agung Sulistya sebagai Agam
Miqdad Addausy sebagai Memet
Maudy Koesnaedi sebagai Amak Alif
David Chalik sebagai Ayah Alif
Donny Alamsyah sebagai Ust Salman
Tanta Ginting sebagai Bang Togar
Lukman Sardi sebagai Pak Anto
Jordan Haag sebagai Francois Pepin
(tsa)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1304 seconds (0.1#10.140)