Review The Mauritanian: Kisah Nyata Tahanan Muslim di Guantanamo
Rabu, 13 Juli 2022 - 07:06 WIB
loading...
Film The Mauritanian adalah kisah nyata tentang tahanan muslim di Guantanamo Bay, Kuba. Foto/STX Films
A
A
A
JAKARTA - The Mauritanian diadaptasi dari buku Guantanamo Diary karya Mohamedou Ould Slahi. Ia menulis ceritanya itu saat menjadi tahanan di Guantanamo, Kuba.
Kamp penahanan Guantanamo Bay dibuat untuk menampung para tersangka penyerangan peristiwa 9/11 di Amerika Serikat. Mohamedou menjadi salah satu dari kelompok gelombang pertama yang dimasukkan ke dalam neraka dunia itu.
Semuanya bermula pada suatu malam, November 2002. Itu sekitar dua bulan setelah peristiwa penyerangan gedung kembar WTC. Saat itu, Mohamedou (Tahar Rahim) dijemput di rumahnya oleh pihak keamanan. Alasannya tak jelas betul. Penjemputnya hanya mengatakan, "Orang Amerika ingin bicara".
Mohamedou lantas pergi dengan iringan tatapan pilu dari ibunya yang sudah renta. Ia lantas menghibur sang ibu dengan mengatakan bahwa dirinya pasti kembali.
![Review The Mauritanian: Kisah Nyata Tahanan Muslim di Guantanamo]()
Foto: STXfilms
Nyatanya, beberapa bulan kemudian, ia malah dijebloskan ke Guantanamo Bay. Bahkan sampai tiga tahun kemudian, ia tetap berada di sana tanpa ada tuduhan secara hukum. Artinya, ia bahkan tak pernah diajukan ke pengadilan.
Keluarganya di Mauritania, Afrika, lantas meminta seorang pengacara di negara itu untuk mencari tahu keberadaan Mohamedou. Permintaan bantuan ini akhirnya sampai ke tangan pengacara kawakan Nancy Hollander (Jodie Foster) di Amerika Serikat.
Perjuangan Mencari Keadilan
Kamp penahanan Guantanamo Bay dibuat untuk menampung para tersangka penyerangan peristiwa 9/11 di Amerika Serikat. Mohamedou menjadi salah satu dari kelompok gelombang pertama yang dimasukkan ke dalam neraka dunia itu.
Semuanya bermula pada suatu malam, November 2002. Itu sekitar dua bulan setelah peristiwa penyerangan gedung kembar WTC. Saat itu, Mohamedou (Tahar Rahim) dijemput di rumahnya oleh pihak keamanan. Alasannya tak jelas betul. Penjemputnya hanya mengatakan, "Orang Amerika ingin bicara".
Mohamedou lantas pergi dengan iringan tatapan pilu dari ibunya yang sudah renta. Ia lantas menghibur sang ibu dengan mengatakan bahwa dirinya pasti kembali.

Foto: STXfilms
Nyatanya, beberapa bulan kemudian, ia malah dijebloskan ke Guantanamo Bay. Bahkan sampai tiga tahun kemudian, ia tetap berada di sana tanpa ada tuduhan secara hukum. Artinya, ia bahkan tak pernah diajukan ke pengadilan.
Keluarganya di Mauritania, Afrika, lantas meminta seorang pengacara di negara itu untuk mencari tahu keberadaan Mohamedou. Permintaan bantuan ini akhirnya sampai ke tangan pengacara kawakan Nancy Hollander (Jodie Foster) di Amerika Serikat.
Perjuangan Mencari Keadilan
Lihat Juga :