Review The Mauritanian: Kisah Nyata Tahanan Muslim di Guantanamo
Rabu, 13 Juli 2022 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Meski kisah The Mauritanian diambil dari buku yang ditulis Mohamedou, tapi durasi filmnya lebih banyak menceritakan perjuangan Nancy dalam membebaskan Mohamedou dari Guantanamo. Bersama asistennya, Tery Duncan (Shailene Woodley), ia rela menelaah puluhan bahkan mungkin ratusan dokumen untuk kerja pro-bono-nya itu.
Ia juga rela berkali-kali pergi ke Kuba, dan masuk ke Guantanamo Bay yang aturannya sangat ketat, hanya demi berbicara beberapa menit saja dengan Mohamedou. Penonton bisa menyaksikan kegigihannya dalam membantu kliennya itu dalam mencari keadilan, meski hambatannya sangat berat.
![Review The Mauritanian: Kisah Nyata Tahanan Muslim di Guantanamo]()
Foto: STXfilms
Sekilas, The Mauritanian bagai sebuah cerita lain tentang seorang kulit putih yang menyelamatkan hidup kaum minoritas. Namun yang menarik, sutradara Kevin Macdonald tetap mampu menempatkan Mohamedou sebagai sosok utama dalam film ini.
Sangat mudah bagi penonton bersimpati pada Mohamedou, bahkan tanpa perlu tahu apakah dia benar-benar bersalah atau tidak. Di tengah nasibnya yang tak jelas selama bertahun-tahun, bisa terlihat bahwa ia tetap punya selera humor yang bagus. Kepribadiannya juga terlihat hangat. Ia bahkan bisa akrab dengan para sipir di penjara.
The Mauritanian adalah film yang bertempo lambat. Filmnya nyaris tak memiliki konflik yang meledak-ledak meski kisahnya sangat dramatis. Tanpa pesona akting Tahar Rahim yang menghidupkan Mohamedou, film ini mungkin hanya akan berakhir sebagai obat tidur bagi penonton.
Baca Juga: 7 Drama Korea Terbaik Park Eun-Bin, Pemeran Extraordinary Attorney Woo
Aktor Prancis berdarah Algeria ini sebelumnya sudah meraih beberapa piala aktor terbaik dari ajang penghargaan berkat perannya dalam film Prancis, A Prophet (2009). Untuk perannya dalam The Mauritanian, ia juga masuk sebagai nomine dalam Golden Globe Awards.
Ia juga rela berkali-kali pergi ke Kuba, dan masuk ke Guantanamo Bay yang aturannya sangat ketat, hanya demi berbicara beberapa menit saja dengan Mohamedou. Penonton bisa menyaksikan kegigihannya dalam membantu kliennya itu dalam mencari keadilan, meski hambatannya sangat berat.

Foto: STXfilms
Sekilas, The Mauritanian bagai sebuah cerita lain tentang seorang kulit putih yang menyelamatkan hidup kaum minoritas. Namun yang menarik, sutradara Kevin Macdonald tetap mampu menempatkan Mohamedou sebagai sosok utama dalam film ini.
Sangat mudah bagi penonton bersimpati pada Mohamedou, bahkan tanpa perlu tahu apakah dia benar-benar bersalah atau tidak. Di tengah nasibnya yang tak jelas selama bertahun-tahun, bisa terlihat bahwa ia tetap punya selera humor yang bagus. Kepribadiannya juga terlihat hangat. Ia bahkan bisa akrab dengan para sipir di penjara.
The Mauritanian adalah film yang bertempo lambat. Filmnya nyaris tak memiliki konflik yang meledak-ledak meski kisahnya sangat dramatis. Tanpa pesona akting Tahar Rahim yang menghidupkan Mohamedou, film ini mungkin hanya akan berakhir sebagai obat tidur bagi penonton.
Baca Juga: 7 Drama Korea Terbaik Park Eun-Bin, Pemeran Extraordinary Attorney Woo
Aktor Prancis berdarah Algeria ini sebelumnya sudah meraih beberapa piala aktor terbaik dari ajang penghargaan berkat perannya dalam film Prancis, A Prophet (2009). Untuk perannya dalam The Mauritanian, ia juga masuk sebagai nomine dalam Golden Globe Awards.
Lihat Juga :