CERMIN: Tuhan (Tak) Ada di Guantanamo

Rabu, 20 Juli 2022 - 20:21 WIB
loading...
CERMIN: Tuhan (Tak)...
The Mauritanian memperlihatkan betapa brutalnya hukum yang berdiri atas nama ketakutan, yang tak pernah mencoba adil, dan yang tak bisa melihat dengan jernih. Foto/STX Entertainment
A A A
JAKARTA - “Apa gunanya shalat jika kamu berada di sini? Percayalah, itu tak ada gunanya sama sekali.”

Tahun 2001. Saya masih bergumul dengan mata kuliah yang sulit dan Amerika Serikat diserang teroris.

11 September 2001. Sudah berlalu hampir 21 tahun tapi Amerika masih takkan lupa bagaimana peristiwa di Selasa pagi itu meninggalkan luka teramat dalam hingga hari ini. Empat pesawat dibajak teroris dan menabrak dua gedung ikonik yang melambangkan kekuatan ekonomi, politik, dan militer mereka.

Dua gedung itu hancur luluh lantak bersama dengan tewasnya hampir 3.000 orang. Serangan itu masih menjadi serangan terbesar yang pernah menimpa Amerika dan konsekuensinya masih terasa hingga kini.

CERMIN: Tuhan (Tak) Ada di Guantanamo

Foto: STX Entertainment

Salah satu konsekuensi itu bernama Mohamedou Ould Slahi, seorang warga Mauritania yang ditahan semena-semena selama 14 tahun 2 bulan sejak 2002 di bawah kepemimpinan dua presiden. Dalam cuplikan buku Guantanamo Diary yang dijadikan adegan pembuka film The Mauritanian, kita melihat Mohamedou didatangi polisi yang memintanya datang ke markas.

Salah satu polisi membocorkan tuduhan yang mungkin dialamatkan padanya. Namun, Mohamedou mencoba berbaik sangka. Dia tak bisa menutupi rasa waswasnya, begitupun dia mencoba menenangkan ibunya bahwa permintaan itu semata hanyalah persoalan salah paham belaka.

Dia bahkan sempat berkelakar pada ibunya agar menyisakan makanan favoritnya yang belum sempat dicicipinya. Siapa yang menyangka itu adalah kali terakhir Mohamedou bertemu dengan ibunya.

Sejak 11 September 2001, Amerika dilanda ketakutan luar biasa. Ketakutan itu diperangkap dalam sebuah penjara kebal hukum berlokasi di Guantanamo, Kuba. Sayangnya, memang sering kali ketakutan itu datang membabi buta, dia bertindak serampangan, mengadili yang tak bersalah dan sewenang-wenang menggunakan tangan besi demi mengelola rasa takut itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Menuju Fungsional, Hutama...
Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten untuk Tahun Ajaran Baru
Berita Terkini
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 12: Suasana Kampung Berubah Mencekam, Mila Cemaskan Kondisi Ayah Mertuanya
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China V+Short Gentle Torment of Love, Simak Dulu Sinopsisnya!
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
Baim Wong dan Paula...
Baim Wong dan Paula Verhoeven Kompak Hadiri Wisuda TK Kiano
RSUD Tobelo Perluas...
RSUD Tobelo Perluas Akses Layanan Jantung Anak, Didukung Alat Echocardiography Bantuan NHM
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved