Hari Anak Nasional 2022, Kak Awam: Anak Indonesia Harus Berani dan Terlindungi
Minggu, 24 Juli 2022 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
"Tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju ini relate dengan tema festival ini. Anak-anak Indonesia saat ini sangat riskan dengan kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan sekitarnya, seperti di keluarga dan sekolah. Oleh sebab itu, perlu meningkatkan kewaspadaan para orang tua sekaligus anak untuk bisa melindungi diri sendiri agar kasus kekerasan seksual bisa dihindari,” jelas Kak Awam.
Sebagai generasi penerus, anak indonesia harus diperhatikan dan dipenuhi hak-haknya. Anak bisa berani, tidak terkekang, dan terlindung. Keinginan Kak Awam tersebut diamini oleh wali dari salah satu peserta Festival Anak Merdeka. Supriyanti, seorang ibu dengan dua anak ini juga sempat khawatir akan kekerasan seksual yang semakin meningkat akhir-akhir ini, bahkan di lingkungan pendidikan.
"Sebagian orang tua, jujur saya memang takut tentang kekerasan seksual. Tapi kalau anaknya diam di rumah terus aja dan cuma main gadget, malah jadi enggak bagus. Jadi lebih baik dia main di luar aja. Yang penting sebagai ibu saya selalu mengawasi Tirta untuk tahu dia main sama siapa dan di mana," ujar Yanti.
Kejadian yang menimpa anak Indonesia akhir-akhir ini memang sangat mengkhawatirkan. Mengingat kekerasan seksual masih merebak dalam lingkungan yang dianggap aman bagi anak. KPAI merilis sepanjang Januari-Juli 2022 terdapat 31 persen anak laki-laki dan 69 persen anak perempuan menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Kak Seto Sampaikan Harapan Khusus di Hari Anak Nasional 2022
Melihat tingginya kasus kekerasan seksual pada tahun ini, seblumnya Generos juga mengadakan seminar mengenai Edukasi Seksual pada Anak Sejak Dini. Tujuan seminar ini menjelaskan pada orang tua bahwa pendidikan seksual anak sejak dini penting dilakukan agar anak bisa menjaga diri sendiri. Selain itu, menyadarkan peran penting orang sekitar untuk turut melindungi anak.
Perlindungan kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa melibatkan hanya dari satu lapisan saja, melainkan semua lapisan masyarakat harus bersinergi dalam melakukan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Mulai dari lingkungan orang dewasa sekitar anak yang harus bisa melindungi, tenaga pendidikan, dan pemerintah saling bekerja sama. Ini dilakukan agar upaya perlindungan anak bisa dilaksanakan dan anak terhindar dari predator seksual.
Sebagai generasi penerus, anak indonesia harus diperhatikan dan dipenuhi hak-haknya. Anak bisa berani, tidak terkekang, dan terlindung. Keinginan Kak Awam tersebut diamini oleh wali dari salah satu peserta Festival Anak Merdeka. Supriyanti, seorang ibu dengan dua anak ini juga sempat khawatir akan kekerasan seksual yang semakin meningkat akhir-akhir ini, bahkan di lingkungan pendidikan.
"Sebagian orang tua, jujur saya memang takut tentang kekerasan seksual. Tapi kalau anaknya diam di rumah terus aja dan cuma main gadget, malah jadi enggak bagus. Jadi lebih baik dia main di luar aja. Yang penting sebagai ibu saya selalu mengawasi Tirta untuk tahu dia main sama siapa dan di mana," ujar Yanti.
Kejadian yang menimpa anak Indonesia akhir-akhir ini memang sangat mengkhawatirkan. Mengingat kekerasan seksual masih merebak dalam lingkungan yang dianggap aman bagi anak. KPAI merilis sepanjang Januari-Juli 2022 terdapat 31 persen anak laki-laki dan 69 persen anak perempuan menjadi korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Kak Seto Sampaikan Harapan Khusus di Hari Anak Nasional 2022
Melihat tingginya kasus kekerasan seksual pada tahun ini, seblumnya Generos juga mengadakan seminar mengenai Edukasi Seksual pada Anak Sejak Dini. Tujuan seminar ini menjelaskan pada orang tua bahwa pendidikan seksual anak sejak dini penting dilakukan agar anak bisa menjaga diri sendiri. Selain itu, menyadarkan peran penting orang sekitar untuk turut melindungi anak.
Perlindungan kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa melibatkan hanya dari satu lapisan saja, melainkan semua lapisan masyarakat harus bersinergi dalam melakukan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Mulai dari lingkungan orang dewasa sekitar anak yang harus bisa melindungi, tenaga pendidikan, dan pemerintah saling bekerja sama. Ini dilakukan agar upaya perlindungan anak bisa dilaksanakan dan anak terhindar dari predator seksual.
Lihat Juga :