CERMIN: Adaptasi atau Mati
Sabtu, 30 Juli 2022 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Kita memang melihat bagaimana Kirby gemetar ketika pertama kali berpapasan dengan Harper. Kita melihat emosinya nyaris meledak ketika melihat Harper yang seperti tak gentar diidentifikasi olehnya. Dan kita, pada akhirnya, berharap Kirby melawan segala ketakutan itu, bisa mengontrol emosinya agar kelak ia bisa mengonfrontasi pelaku yang membuat hidupnya kacau balau.
Dalam beragam kisah yang kita baca di media, sebagian besar korban perkosaan cenderung menutup diri, terlalu malu untuk mengakui dirinya sebagai korban, juga cenderung mencoba melupakan peristiwa mengenaskan itu. Tapi sebagian besar tak bisa melakukannya.
Baca Juga: CERMIN: di Bawah Lindungan Jebediah Pyre
Akhirnya mereka tenggelam ke dalam luka trauma yang semakin lama semakin membesar. Tanpa pernah berusaha untuk bercerita kepada siap apun, tanpa pernah berupaya meminta tolong kepada siapa pun.
![CERMIN: Adaptasi atau Mati]()
Foto: Apple TV+
Kirby adalah sedikit dari korban perkosaan yang bisa bangkit. Meskipun hidupnya dihancurkan berkali-kali oleh Harper. Tapi ia bangkit lagi. Dan lagi. Hingga akhirnya ia berani berhadapan dengan laki-laki itu sendirian.
Proses kreatif membawa novel ke layar kecil seperti layanan streaming memang bisa menjadi sangat menarik. Bagaimana novel ratusan halaman diperas menjadi tayangan beberapa episode. Bagaimana pembuatnya membuat pilihan-pilihan yang mungkin tak disukai pembaca setia tapi namun membuat penonton yang tak membaca novelnya bisa memahami episode demi episode dengan lebih mudah.
Bagaimana pembuatnya berani membuat keputusan-keputusan ekstrem atas nama artistik miniserinya. Dan itulah sejatinya proses adaptasi. Yaitu tentang memahami esensi cerita dari novel dengan baik, mengeksplorasi esensi ini dengan kejutan demi kejutan tak terduga, dan memahami betul proses kerja yang berbeda antara medium novel dan audio visual.
Sebagian orang akan memilih untuk hanya membaca novel dan tak ingin menonton adaptasinya yang dinilai 'merusak imajinasi'. Sebagian lagi memilih membaca novel dan menonton adaptasinya sekaligus dan membandingkan keduanya yang tentu saja tak pantas dibandingkan.
Dalam beragam kisah yang kita baca di media, sebagian besar korban perkosaan cenderung menutup diri, terlalu malu untuk mengakui dirinya sebagai korban, juga cenderung mencoba melupakan peristiwa mengenaskan itu. Tapi sebagian besar tak bisa melakukannya.
Baca Juga: CERMIN: di Bawah Lindungan Jebediah Pyre
Akhirnya mereka tenggelam ke dalam luka trauma yang semakin lama semakin membesar. Tanpa pernah berusaha untuk bercerita kepada siap apun, tanpa pernah berupaya meminta tolong kepada siapa pun.

Foto: Apple TV+
Kirby adalah sedikit dari korban perkosaan yang bisa bangkit. Meskipun hidupnya dihancurkan berkali-kali oleh Harper. Tapi ia bangkit lagi. Dan lagi. Hingga akhirnya ia berani berhadapan dengan laki-laki itu sendirian.
Proses kreatif membawa novel ke layar kecil seperti layanan streaming memang bisa menjadi sangat menarik. Bagaimana novel ratusan halaman diperas menjadi tayangan beberapa episode. Bagaimana pembuatnya membuat pilihan-pilihan yang mungkin tak disukai pembaca setia tapi namun membuat penonton yang tak membaca novelnya bisa memahami episode demi episode dengan lebih mudah.
Bagaimana pembuatnya berani membuat keputusan-keputusan ekstrem atas nama artistik miniserinya. Dan itulah sejatinya proses adaptasi. Yaitu tentang memahami esensi cerita dari novel dengan baik, mengeksplorasi esensi ini dengan kejutan demi kejutan tak terduga, dan memahami betul proses kerja yang berbeda antara medium novel dan audio visual.
Sebagian orang akan memilih untuk hanya membaca novel dan tak ingin menonton adaptasinya yang dinilai 'merusak imajinasi'. Sebagian lagi memilih membaca novel dan menonton adaptasinya sekaligus dan membandingkan keduanya yang tentu saja tak pantas dibandingkan.
Lihat Juga :