Punya Segudang Manfaat, Apakah VCO Mengandung Kolesterol?
Rabu, 03 Agustus 2022 - 08:09 WIB
loading...
Kolesterol dapat dikontrol kadarnya dengan menjaga pola makan atau asupan kita setiap hari. Salah satunya dari bahan pangan seperti VCO. Foto Ilustrasi/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Kolesterol dapat dikontrol kadarnya dengan menjaga pola makan atau asupan kita setiap hari. Salah satunya dari bahan pangan seperti minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO)
VCO dikenal berkat segudang manfaatnya. Namun, ada anggapan bahwa produk olahan buah kelapa ini kurang baik bagi kesehatan karena mengandung kolesterol.
Selama ini VCO kerap dianggap menyebabkan kolesterol karena tingginya lemak jenuh yang bisa memicu penyakit jantung koroner. Padahal, di luar anggapan tersebut, VCO telah menjadi salah satu andalan sebagai tambahan pada makanan yang dianggap lebih sehat dari jenis minyak lain.
Baca Juga: 3 Minyak Goreng Rendah Kolesterol, Nomor Terakhir Mampu Turunkan Risiko Berbagai Penyakit
VCO terkenal dengan segudang manfaatnya. Mulai dari menurunkan berat badan, baik untuk sistem pencernaan, salah satu tambahan makanan bagi yang menjalankan diet katogenic, hingga berbagai manfaat untuk kecantikan.
Lantas, apakah VCO mengandung kolesterol? Apa saja kandungan yang ada di dalam VCO? Berikut ulasannya, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (3/8/2022).
Minyak kelapa murni atau virgin coconut oil adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diambil minyaknya, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB. VCO bisa dibuat dengan memeras kelapa tua dan mengambil santannya dengan cara tradisional.
Santan ini lalu diproses lewat fermentasi, mencampur enzim tertentu, atau menggunakan mesin sentrifugal untuk memisahkan ampas kelapa, air, dan minyak bening yang dikenal sebagai minyak VCO.
Dalam satu sendok makan VCO, ada total 13 gram lemak. Sebanyak 11 gram berasal dari lemak jenuh. Jenis lemak jenuh yang ditemukan pada minyak kelapa dara adalah asam laurat atau lauric acid.
Studi terbitan Processes (2020) menunjukkan bahwa kadar asam laurat pada minyak kelapa dara setara 53,70-54,06 persen. Sementara itu, minyak kelapa biasa hanya mengandung asam laurat sebanyak 2,81% dari seluruh kandungan.
Sebenarnya, VCO memiliki manfaat untuk meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah. Kolesterol sering dihubungkan dengan berbagai penyakit, padahal tidak semua kolesterol itu jahat. Kolesterol yang dibawa oleh protein dalam darah disebut dengan lipoprotein.
Terdapat dua jenis lipoprotein yaitu HDL (high-density lipoprotein) atau kolesterol baik dan juga LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat. VCO bertugas untuk meingkatkan kadar HDL dalam darah. Selain mampu menaikkan HDL, VCO juga bisa mengubah LDL agar menjadi tidak terlalu berbahaya.
Baca Juga: 9 Cara Efektif Menurunkan Kolesterol Jahat dan Menaikkan Kolesterol Baik
Kolesterol jahat sering kali dihubungkan dengan sistem metabolisme tubuh dan juga penyakit jantung. Kemampuan VCO yang terbukti dapat meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat justru dipercaya sangat baik untuk kesehatan jantung.
Namun, minyak kelapa yang memiliki ‘kasta terendah’ biasanya telah terhidrogenasi sebagian agar minyak ini lebih awet ketika disimpan. Proses pembuatan minyak kelapa jenis ini menghasilkan lemak trans yang justru berbahaya bagi kesehatan. Jadi, tidak semua minyak kelapa menyehatkan tubuh Anda.
Karena itu, mengonsumsi minyak VCO sebaiknya tidak boleh berlebihan, karena VCO juga mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh (LDL). Meningkatnya kadar kolesterol jahat dapat menghambat aliran darah di pembuluh darah dan memicu kemunculan penyakit kronis seperti sakit jantung, stroke, dan diabetes.
Selain itu, kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah menjadi faktor risiko penyakit hipertensi yang disebabkan karena terjadinya sumbatan akibat plak kolesterol di pembuluh darah perifer yang mengurangi suplai darah ke jantung.
Jadi, meskipun memiliki manfaat karena kandungan kolestrol baiknya, sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsi VCO agar tidak menimbulkan kolesterol jahat.
VCO dikenal berkat segudang manfaatnya. Namun, ada anggapan bahwa produk olahan buah kelapa ini kurang baik bagi kesehatan karena mengandung kolesterol.
Selama ini VCO kerap dianggap menyebabkan kolesterol karena tingginya lemak jenuh yang bisa memicu penyakit jantung koroner. Padahal, di luar anggapan tersebut, VCO telah menjadi salah satu andalan sebagai tambahan pada makanan yang dianggap lebih sehat dari jenis minyak lain.
Baca Juga: 3 Minyak Goreng Rendah Kolesterol, Nomor Terakhir Mampu Turunkan Risiko Berbagai Penyakit
VCO terkenal dengan segudang manfaatnya. Mulai dari menurunkan berat badan, baik untuk sistem pencernaan, salah satu tambahan makanan bagi yang menjalankan diet katogenic, hingga berbagai manfaat untuk kecantikan.
Lantas, apakah VCO mengandung kolesterol? Apa saja kandungan yang ada di dalam VCO? Berikut ulasannya, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (3/8/2022).
Minyak kelapa murni atau virgin coconut oil adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diambil minyaknya, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB. VCO bisa dibuat dengan memeras kelapa tua dan mengambil santannya dengan cara tradisional.
Santan ini lalu diproses lewat fermentasi, mencampur enzim tertentu, atau menggunakan mesin sentrifugal untuk memisahkan ampas kelapa, air, dan minyak bening yang dikenal sebagai minyak VCO.
Dalam satu sendok makan VCO, ada total 13 gram lemak. Sebanyak 11 gram berasal dari lemak jenuh. Jenis lemak jenuh yang ditemukan pada minyak kelapa dara adalah asam laurat atau lauric acid.
Studi terbitan Processes (2020) menunjukkan bahwa kadar asam laurat pada minyak kelapa dara setara 53,70-54,06 persen. Sementara itu, minyak kelapa biasa hanya mengandung asam laurat sebanyak 2,81% dari seluruh kandungan.
Sebenarnya, VCO memiliki manfaat untuk meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah. Kolesterol sering dihubungkan dengan berbagai penyakit, padahal tidak semua kolesterol itu jahat. Kolesterol yang dibawa oleh protein dalam darah disebut dengan lipoprotein.
Terdapat dua jenis lipoprotein yaitu HDL (high-density lipoprotein) atau kolesterol baik dan juga LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat. VCO bertugas untuk meingkatkan kadar HDL dalam darah. Selain mampu menaikkan HDL, VCO juga bisa mengubah LDL agar menjadi tidak terlalu berbahaya.
Baca Juga: 9 Cara Efektif Menurunkan Kolesterol Jahat dan Menaikkan Kolesterol Baik
Kolesterol jahat sering kali dihubungkan dengan sistem metabolisme tubuh dan juga penyakit jantung. Kemampuan VCO yang terbukti dapat meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat justru dipercaya sangat baik untuk kesehatan jantung.
Namun, minyak kelapa yang memiliki ‘kasta terendah’ biasanya telah terhidrogenasi sebagian agar minyak ini lebih awet ketika disimpan. Proses pembuatan minyak kelapa jenis ini menghasilkan lemak trans yang justru berbahaya bagi kesehatan. Jadi, tidak semua minyak kelapa menyehatkan tubuh Anda.
Karena itu, mengonsumsi minyak VCO sebaiknya tidak boleh berlebihan, karena VCO juga mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh (LDL). Meningkatnya kadar kolesterol jahat dapat menghambat aliran darah di pembuluh darah dan memicu kemunculan penyakit kronis seperti sakit jantung, stroke, dan diabetes.
Selain itu, kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah menjadi faktor risiko penyakit hipertensi yang disebabkan karena terjadinya sumbatan akibat plak kolesterol di pembuluh darah perifer yang mengurangi suplai darah ke jantung.
Jadi, meskipun memiliki manfaat karena kandungan kolestrol baiknya, sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam mengonsumsi VCO agar tidak menimbulkan kolesterol jahat.
(tsa)
Lihat Juga :