Alergi Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif
Senin, 29 Juni 2020 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kemampuannya menurunkan alergi, sinbiotik lebih efektif dibandingkan pemberian tunggal prebiotik atau probiotik. Efektivitas dari satu kombinasi sinbiotik tidak bisa diekstrapolasikan kepada kombinasi sinbiotik lain. Kombinasi prebiotik seperti FOS GOS dan probiotik seperti B.breve dengan komposisi seimbang telah teruji klinis bekerja secara sinergis mendorong keseimbangan kolonisasi bifidobakterium sehingga mendukung sistem imun dalam menurunkan risiko alergi si kecil.
Dalam dua dekade terakhir Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat adanya peningkatan angka kejadian alergi pada anak di Indonesia, bahkan alergi susu sapi pada dermatitis atopik ditemukan hingga 60%. Alergi yang terjadi pada awal kehidupan juga akan meningkatkan risiko manifestasi alergi lain di masa depan, atau dikenal dengan Allergic March. (Baca Juga: Stres Bisa Memicu Gerd Kambuh, Bagaimana Menyiasatinya? )
Menyambut Pekan Alergi Dunia (World Allergy Week), Danone SN Indonesia memperkuat edukasi mengenai pentingnya screening risiko alergi dan manajemen nutrisi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak. Lebih jauh, disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh, baik itu dari faktor genetik maupun lingkungan, dapat menyebabkan reaksi alergi dan berbagai efek yang berpengaruh negatif jangka panjang, tidak hanya bagi anak tapi juga orangtua.
Selain dampak kesehatan , anak dan orangtua juga dapat menderita dampak psikologis, serta konsekuensi sosial dan ekonomi bagi keluarganya.
Dalam dua dekade terakhir Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat adanya peningkatan angka kejadian alergi pada anak di Indonesia, bahkan alergi susu sapi pada dermatitis atopik ditemukan hingga 60%. Alergi yang terjadi pada awal kehidupan juga akan meningkatkan risiko manifestasi alergi lain di masa depan, atau dikenal dengan Allergic March. (Baca Juga: Stres Bisa Memicu Gerd Kambuh, Bagaimana Menyiasatinya? )
Menyambut Pekan Alergi Dunia (World Allergy Week), Danone SN Indonesia memperkuat edukasi mengenai pentingnya screening risiko alergi dan manajemen nutrisi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak. Lebih jauh, disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh, baik itu dari faktor genetik maupun lingkungan, dapat menyebabkan reaksi alergi dan berbagai efek yang berpengaruh negatif jangka panjang, tidak hanya bagi anak tapi juga orangtua.
Selain dampak kesehatan , anak dan orangtua juga dapat menderita dampak psikologis, serta konsekuensi sosial dan ekonomi bagi keluarganya.
(tsa)
Lihat Juga :